Beranda Tarawih 8 atau 20 Rakaat? Ini Penjelasan Ulama Soal Perbedaannya
ADVERTISEMENT

Tarawih 8 atau 20 Rakaat? Ini Penjelasan Ulama Soal Perbedaannya

2 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Tarawih 8 atau 20 Rakaat? Ini Penjelasan Ulama Soal Perbedaannya, Source: Unsplash

Perbedaan jumlah rakaat tarawih kerap menjadi perdebatan setiap Ramadan, mulai dari delapan hingga dua puluh rakaat, yang ternyata memiliki dasar riwayat berbeda.

Perbedaan jumlah rakaat dalam salat tarawih selalu menjadi pembahasan yang muncul setiap bulan Ramadan di tengah masyarakat. Sebagian melaksanakan delapan rakaat, sementara lainnya memilih dua puluh rakaat berdasarkan pendapat ulama dan riwayat sahabat.

Baca juga: Beragam Istilah Populer yang Hadir Saat Bulan Ramadan Part 1

Sejarah Awal Pelaksanaan Tarawih

Pada masa Nabi Muhammad SAW, istilah tarawih belum dikenal dan hanya disebut sebagai shalat malam Ramadan. Praktik tersebut pernah dilakukan secara berjamaah di masjid, lalu dihentikan karena Nabi khawatir akan dianggap wajib oleh umatnya.

Berdasarkan penjelasan dalam sumber islam.nu.or.id, penamaan tarawih baru dikenal pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Saat itu, salat di malam Ramadan dilaksanakan secara berjamaah.

Pendapat Ulama Terkait 20 Rakaat Tarawih

Sejumlah ulama seperti Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Imam asy-Syafi’i, dan Imam Ahmad bin Hanbal memilih pendapat tarawih dua puluh rakaat. Pendapat tersebut didasarkan pada praktik sahabat pada masa Umar bin Khattab yang tidak mendapat penolakan.

Ibnu Rusyd dalam Bidâyatul Mujtahid menjelaskan bahwa perbedaan jumlah rakaat pada salat tarawih lebih pada persoalan keutamaan. Sementara Ibnu Qudamah dalam al-Mughni menyebutkan bahwa variasi riwayat sahabat menjadi sebab munculnya perbedaan tersebut.

Dasar Pendapat 8 Rakaat Tarawih

Sebagian kalangan memilih salat tarawih delapan rakaat dengan merujuk pada hadis riwayat Aisyah tentang shalat malam. Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa Nabi tidak menambah jumlah rakaat melebihi sebelas termasuk witir.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa tidak ada ketetapan yang jelas dari Nabi terkait jumlah rakaat pada salat tarawih. Karena itu, perbedaan yang terjadi dipahami sebagai variasi penafsiran, bukan persoalan yang perlu dipertentangkan.

Baca juga: Beragam Istilah Populer yang Hadir Saat Bulan Ramadan Part 2

Nah Warginet, perbedaan jumlah rakaat dalam salat tarawih muncul dari variasi riwayat dan ijtihad para ulama yang memiliki dasar masing-masing. Baik delapan maupun dua puluh rakaat, tarawih tetap ibadah sunnah yang diharapkan membawa keberkahan di bulan suci Ramadan.

ADVERTISEMENT

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.