Beranda Ternyata Ini Asal Nama Pulau Jawa Menurut Babad Pajajaran
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ternyata Ini Asal Nama Pulau Jawa Menurut Babad Pajajaran

3 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Ternyata Ini Asal Nama Pulau Jawa Menurut Babad Pajajaran, Source: Istimewa

Babad Pajajaran mengungkap asal-usul nama Pulau Jawa yang berasal dari tanaman jawawut, bermula dari Nusa Ara-ara hingga berkembang jadi wilayah berpenghuni.

Pulau Jawa yang saat ini dikenal sebagai wilayah terpadat ternyata memiliki cerita panjang soal asal-usul namanya dalam Babad Pajajaran. Dalam catatan tersebut, Jawa awalnya belum memiliki nama sebelum akhirnya berubah seiring aktivitas manusia yang datang dan menetap.

Baca juga: Mengenal Negara Pasundan: Ketika Jawa Barat Pernah Berdiri Sendiri di Luar RI, Bagaimana Sejarahnya?

Babad Pajajaran sebagai Rujukan

Babad Pakuan atau Babad Pajajaran menjadi sumber utama yang mengisahkan asal-usul Pulau Jawa. Naskah ini telah dialihbahasakan oleh Atja serta diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1977.

Babad ini merupakan bagian dari naskah yang lebih tua dan berisi kisah raja-raja Sunda dari masa sebelum Ciung Wanara hingga Prabu Siliwangi. Cerita di dalamnya tidak hanya mencatat sejarah, tetapi juga memuat kisah perjalanan dan pencarian tokoh penting.

Dalam salah satu bagian, Prabu Siliwangi diceritakan bermimpi bertemu perempuan bernama Ratna Inten. Ia kemudian memerintahkan putranya, Guru Gantangan, untuk mencari sosok tersebut di berbagai wilayah.

Pulau Jawa yang Masih Kosong

Dalam Babad Pajajaran, Pulau Jawa awalnya digambarkan sebagai wilayah kosong yang hanya dihuni oleh Dewa Kayu dan Dewa Batu. Wilayah tersebut dikenal dengan nama Nusa Ara-ara oleh masyarakat dari daerah lain.

Kesuburan wilayah itu menarik perhatian rombongan pendatang yang dipimpin seorang raja. Ia datang bersama dua ribu orang, terdiri dari seribu orang dari Mesir dan seribu lainnya dari Selan untuk menetap di sana.

Para pendatang kemudian membuka kehidupan baru dengan menanam jawawut sebagai sumber pangan utama. Seiring berjalannya  waktu, jumlah penduduk berkembang dari dua ribu menjadi sepuluh ribu, lalu meningkat lagi hingga mencapai delapan belas ribu orang.

Nama Jawa Berasal dari Jawawut

Dalam perjalanan selanjutnya, wilayah tersebut mengalami perkembangan kerajaan yang berpindah-pindah. Pusat kekuasaan disebut berada di Medang Kamulan, lalu berpindah ke Gunung Kidul, Ngandong Ijo, Lodaya, Rohan, Lombok, hingga Medang Agung yang dikenal sebagai Galuh.

Penamaan Jawa kemudian dikaitkan dengan tanaman jawawut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat saat itu. Tanaman ini tumbuh subur dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari para pendatang.

“Raja menikah dengan isterinya; lalu menetap di nusa Ara-ara; serta banyak manusia yang dibawanya; manusia dua ribu; yang seribu dari Mesir; yang seribu dari Selan; dan membawa pohon jawawut; itulah makanya disebut nusa Jawa karena menanam jawawut; pada masa itu,” tulis Atja dalam terjemahan Babad Pajajaran.

Baca juga: Bagaimana Etnis Sunda Lahir? Ini Sejarahnya!

Asal-usul nama Pulau Jawa dalam Babad Pajajaran memperlihatkan bagaimana kebiasaan sederhana bisa membentuk identitas sebuah wilayah. Nah Warginet, dari cerita ini terlihat bahwa sejarah sering lahir dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

 

Sumber: Detik.com

ADVERTISEMENT

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT