ADVERTISEMENT
Beranda Mengenal Negara Pasundan: Ketika Jawa Barat Pernah Berdiri Sendiri di Luar RI, Bagaimana Sejarahnya?
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mengenal Negara Pasundan: Ketika Jawa Barat Pernah Berdiri Sendiri di Luar RI, Bagaimana Sejarahnya?

1 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Mengenal Negara Pasundan: Ketika Jawa Barat Pernah Berdiri Sendiri di Luar RI, Bagaimana Sejarahnya? (Foto Sumpah dan Pelantikan Wali Negara PAsundan R.A.A Wiranatakusumah, di Yogyakarta/ 26 April 1948/ Source: ANRI)

Warginet, tahu gak sih kalau Jawa Barat ternyata pernah berdiri sebagai sebuah negara sendiri loh? Ya, jauh sebelum era otonomi daerah seperti sekarang, tanah Sunda pernah memiliki status sebagai "Negara Pasundan".

Mungkin sebagian dari kita hanya mengenal sejarah kemerdekaan Indonesia sebagai satu kesatuan utuh sejak 1945. Namun, dalam perjalanannya, ada masa di mana dinamika politik membuat wilayah kita menjadi bagian dari negara federal.

Mari kita ulas singkat sejarahnya agar kita makin melek sejarah lokal.

Baca Juga: Kisah Pengkhianatan di Palagan Garut yang Mengubah Sejarah Perlawanan

Lahir di Tengah Konflik dengan Belanda

Negara Pasundan tidak muncul begitu saja. Keberadaannya merupakan hasil dari ambisi Belanda yang ingin kembali berkuasa di Indonesia pasca-Proklamasi 1945. Melalui strategi "pecah belah", Belanda mencoba membentuk negara-negara bagian untuk memperlemah Republik Indonesia.

Negara Pasundan resmi berdiri pada tanggal 24 April 1948. Wilayahnya mencakup hampir seluruh Jawa Barat yang kita kenal sekarang, termasuk Priangan (Garut, Tasikmalaya, Bandung, dan sekitarnya).

Siapa Pemimpinnya?

Tokoh di balik Negara Pasundan adalah Raden Adipati Aria (RAA) Wiranatakoesoema V. Beliau adalah sosok yang sangat dihormati dan sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri pertama Republik Indonesia.

Meskipun bentukan Belanda, kepemimpinan Wiranatakoesoema dikenal cukup moderat. Banyak kaum nasionalis di dalamnya yang sebenarnya tetap mendukung cita-cita Indonesia bersatu, namun mereka menggunakan jalur Negara Pasundan sebagai strategi politik saat itu.

Bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS)

Negara Pasundan merupakan salah satu negara bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS). Jadi, pada masa itu, Indonesia bukan berbentuk kesatuan (NKRI), melainkan federasi. Ibu kotanya berada di Bandung.

Bagi warga di daerah seperti Garut, masa ini adalah masa yang penuh gejolak. Di satu sisi ada pemerintahan Negara Pasundan, di sisi lain perlawanan rakyat untuk kembali ke pangkuan NKRI terus membara.

Baca Juga: Mengenal Empat Gerilyawan Korea di Palagan Garut 1948

Mengapa Akhirnya Bubar?

Negara Pasundan tidak berusia lama, hanya sekitar dua tahun (1948–1950). Ada beberapa alasan kuat mengapa negara ini akhirnya bubar:

  • Desakan Rakyat: Rakyat Jawa Barat mayoritas lebih memilih bergabung dengan Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Soekarno-Hatta. Gelombang demonstrasi terjadi di berbagai kota menuntut pembubaran negara federal.

  • Peristiwa APRA: Pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) yang dipimpin Raymond Westerling di Bandung membuat stabilitas Negara Pasundan goyah dan kehilangan legitimasi.

  • Semangat Persatuan: Pada 11 Maret 1950, RAA Wiranatakoesoema menyerahkan mandatnya, dan secara resmi Negara Pasundan membubarkan diri untuk kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sejarah Negara Pasundan mengingatkan kita bahwa Jawa Barat memiliki peran krusial dalam dinamika politik nasional. Meskipun sempat menjadi negara bagian, semangat masyarakat Sunda pada akhirnya tetap memilih untuk bersatu dalam bingkai Indonesia.

Referensi:

  • Sejarah Nasional Indonesia VI (Zaman Jepang dan Zaman Republik).

  • Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mengenai Pembentukan RIS.

  • Good News From Indonesia (GNFI)

  • Historis.id
ADVERTISEMENT

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT