ADVERTISEMENT
Beranda Asal-usul Kode Plat Kendaraan di Berbagai Wilayah: Kenapa ya Garut Platnya Z?
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Asal-usul Kode Plat Kendaraan di Berbagai Wilayah: Kenapa ya Garut Platnya Z?

4 hari yang lalu - waktu baca 2 menit
Asal-usul Kode Plat Kendaraan di Berbagai Wilayah: Kenapa ya Garut Platnya Z? (Ilustrasi: Generated by AI)

Bagi warga Garut dan sekitarnya, kode huruf "Z" pada plat nomor kendaraan sudah menjadi identitas sehari-hari. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Garut menggunakan huruf "Z"? Padahal, secara fonetik, nama "Garut" diawali dengan huruf "G".

Ternyata, jawaban dari misteri ini tidak ditemukan di dalam kamus, melainkan dalam catatan sejarah peperangan besar di tanah Jawa pada abad ke-19.

Baca Juga: Sunda Wiwitan: Menelusuri Ajaran Leluhur dan Kearifan Lokal di Kampung Pasir Garut, hingga Pengakuan Negara

Warisan Invasi Inggris Tahun 1811

Sejarah plat nomor di Indonesia bermula pada tahun 1811, saat Inggris berhasil merebut Batavia (Jakarta) dari tangan Belanda. Untuk mengukuhkan kekuasaannya, Inggris mengirimkan armada raksasa yang terdiri dari 150 kapal perang dan membawa total 15.000 pasukan.

Pasukan besar ini dibagi ke dalam 26 batalyon, di mana setiap batalyon ditandai dengan kode alfabet mulai dari A hingga Z. Ketika Inggris mulai menduduki berbagai wilayah di Pulau Jawa, mereka menamai wilayah tersebut berdasarkan kode batalyon yang berhasil menaklukkannya.

Dari Batalyon Menjadi Kode Wilayah

Sistem penamaan ini awalnya bertujuan agar kendaraan militer Inggris mudah dikenali. Sebagai contoh:

  • Batalyon B berhasil menduduki wilayah Batavia, sehingga hingga kini Jakarta menggunakan kode B.

  • Batalyon A menduduki wilayah Banten, sehingga daerah tersebut menggunakan kode A.

  • Khusus untuk wilayah Yogyakarta (Kerajaan Mataram), karena diduduki oleh gabungan Batalyon A dan B, maka kode wilayahnya menjadi AB.

Misteri Huruf "Z" dan Pasukan Cadangan

Lantas, bagaimana dengan huruf Z? Dalam catatan sejarah, tidak semua batalyon Inggris langsung terjun ke medan tempur. Batalyon dengan kode C, I, J, O, Q, U, V, W, X, Y, dan Z ditempatkan sebagai pasukan cadangan.

Karena statusnya sebagai cadangan, kode-kode ini awalnya tidak populer dan tidak langsung digunakan sebagai identitas kendaraan. Namun, saat Thomas Stamford Raffles mulai menata administrasi wilayah di Jawa, kode-kode militer ini akhirnya dipatenkan menjadi pembagi wilayah administratif (Karesidenan).

Meskipun pada tahun 1816 Belanda kembali merebut kekuasaan dari Inggris, mereka memilih untuk tetap melanjutkan sistem penomoran ini karena dinilai sudah sangat teratur.

Baca Juga: Siapa Saja 3 Imuwan Iran yang Mampu Mengubah Dunia?

Garut dan Eks-Karesidenan Priangan Timur

Garut masuk ke dalam wilayah administratif Eks-Karesidenan Priangan Timur. Bersama dengan wilayah lain seperti Sumedang, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, dan Banjar, wilayah ini secara kolektif menggunakan kode Z.

Untuk membedakan asal kendaraan antar kota di wilayah Priangan Timur, digunakanlah kombinasi huruf di bagian belakang plat nomor. Khusus untuk wilayah Garut, identitas tersebut ditandai dengan plat nomor berkode Z dengan kombinasi huruf belakang yang diawali dengan D, E, F, atau G (Contoh: Z 1234 DA).

Kesimpulan

Jadi, setiap kali Warginet melihat plat nomor Z di jalanan, ingatlah bahwa itu bukan sekadar urutan alfabet biasa. Huruf tersebut adalah simbol sejarah yang menghubungkan Garut dengan peristiwa besar di masa lampau dan semangat "Pasukan Cadangan" yang melegenda.

Kini, sudah tidak penasaran lagi kan kenapa plat kita hurufnya Z?

 

ADVERTISEMENT

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT