Gaslighting dalam Dunia Kerja Kerap Muncul lewat Manipulasi Halus
Gaslighting dalam dunia kerja dapat muncul melalui manipulasi halus yang membuat korban kehilangan kepercayaan diri dan mengalami tekanan psikologis.
Gaslighting merupakan salah satu perilaku manipulatif yang dapat terjadi dalam lingkungan kerja tanpa disadari oleh banyak orang. Perilaku ini bekerja secara psikologis dengan membuat korban merasa bersalah, bingung, hingga perlahan mempertanyakan kemampuan dan kewarasannya sendiri.
Baca juga: Waspadai Gaslighting di Kantor yang Bisa Bikin Merusak Mental Karyawan
Manipulasi Psikologis di Kantor
Gaslighting sering disebut sebagai bentuk bullying halus di tempat kerja karena dilakukan melalui manipulasi emosional dan penyalahgunaan kekuasaan. Pelaku biasanya berusaha mengendalikan situasi dengan membuat korban merasa tidak kompeten, terlalu sensitif, atau dianggap salah memahami suatu kejadian tertentu.
Menurut The Safety Mag, gaslighting termasuk perilaku toksik yang dapat menciptakan suasana kerja tidak sehat dan menurunkan kenyamanan karyawan. Harvard Business Review (HBR) juga menjelaskan bahwa korban gaslighting perlahan dapat kehilangan rasa percaya diri akibat terus dibuat meragukan persepsinya sendiri.
Contoh Gaslighting di Tempat Kerja
Praktik gaslighting di tempat kerja dapat terjadi secara terang-terangan maupun melalui tindakan kecil yang berulang setiap hari. Contohnya, tidak mengundang seseorang ke rapat penting, mengubah aturan kerja tanpa penjelasan jelas, hingga menolak mengakui percakapan yang sebelumnya pernah disampaikan.
Selain itu, pelaku gaslighting juga kerap memberikan informasi secara tidak transparan agar korban merasa kebingungan saat bekerja. National Bullying Helpline menyebut kondisi tersebut dapat membuat korban mengalami tekanan emosional dan kehilangan kredibilitas di lingkungan profesional.
Baca juga: Riset Ungkap Kerja 8 Jam Tak Selalu Produktif, Ini Faktanya
Gaslighting di tempat kerja perlu dikenali sejak awal agar tidak berkembang menjadi tekanan mental yang merugikan korban dalam jangka panjang. Jadi Warginet, memahami pola manipulasi psikologis dapat membantu menjaga kesehatan mental serta kenyamanan selama bekerja.
Sumber: Diajeng Tirto
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.