Beranda Kenapa Kita Butuh Validasi? Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental
ADVERTISEMENT

Kenapa Kita Butuh Validasi? Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental

3 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Kenapa Kita Butuh Validasi? Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental, Source: Istimewa

Validasi memberi rasa dihargai dan diakui, namun jika terlalu bergantung justru bisa berdampak pada kesehatan mental dan menurunkan kepercayaan diri.

Validasi sering dianggap penting dalam kehidupan sosial karena membuat seseorang merasa dihargai dan diterima oleh orang lain. Perasaan ini memberi kenyamanan emosional yang membuat banyak orang tanpa sadar terus mencari validasi dalam kesehariannya.

Baca juga: Multitasking Bikin Otak Capek, Ini Dampaknya ke Fokus Kerja

Pentingnya validasi sosial

Dalam kajian psikologi sosial, manusia memang membutuhkan validasi dari lingkungan sekitar untuk merasa diakui. Validasi membantu seseorang memahami bahwa dirinya memiliki nilai dan peran yang berarti dalam kehidupan sosial.

Perasaan dihargai ini juga berhubungan dengan self-esteem atau harga diri yang memengaruhi kepercayaan diri seseorang. Saat mendapatkan validasi, otak merespons dengan rasa senang yang membuat seseorang lebih yakin terhadap dirinya.

Dampak ketergantungan validasi

Namun, validasi bisa berdampak kurang baik jika terlalu dijadikan sebagai tolok ukur dalam menilai diri sendiri. Ketergantungan pada validasi dapat membuat seseorang merasa tidak cukup baik saat tidak mendapat pengakuan.

Kondisi ini dapat menimbulkan kecemasan, rasa tidak aman, hingga kelelahan emosional karena terus berusaha memenuhi ekspektasi orang lain. Oleh karena itu, penting untuk membangun validasi dari dalam diri agar tetap seimbang.

Baca juga: 3 Faktor Utama yang Jadi Pemicu Bunuh Diri pada Remaja

Nah Warginet, validasi memang dapat memberikan rasa nyaman serta membuat kita merasa dihargai oleh lingkungan sekitar. Tapi penting juga untuk tidak bergantung sepenuhnya pada validasi agar tetap percaya diri dan tidak kehilangan jati diri.

 

Sumber: Radio Republik Indonesia (RRI)

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.