Beranda Multitasking Bikin Otak Capek, Ini Dampaknya ke Fokus Kerja
ADVERTISEMENT

Multitasking Bikin Otak Capek, Ini Dampaknya ke Fokus Kerja

4 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Multitasking Bikin Otak Capek, Ini Dampaknya ke Fokus Kerja, Source: Freepik

Multitasking bisa membuat otak menjadi lemot karena sering berpindah-pindah fokus, sehingga konsentrasi dan daya ingatnya menurun dalam aktivitas sehari-hari.

Multitasking kerap dianggap sebagai cara agar pekerjaan selesai lebih cepat dan terasa lebih efisien dalam waktu bersamaan. Padahal, kebiasaan ini justru bisa membuat otak lemot serta menurunkan kemampuan fokus saat menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Benarkah Gen Z Malas di Dunia Kerja, Fakta atau Stereotipe?

Dampak Multitasking Bagi Otak

Multitasking membuat otak terus berpindah dari satu tugas ke tugas lain dalam waktu yang berdekatan. Kondisi ini memicu switching cost, yaitu energi mental yang terpakai untuk menyesuaikan fokus setiap kali berpindah.

Akibatnya, pekerjaan terasa lebih lambat dan hasilnya kurang maksimal meski terlihat sibuk. Kondisi ini juga membuat daya ingat menurun, sehingga multitasking sering dihubungkan dengan munculnya otak lemot atau brain fog.

Cara Atasi Dampak Multitasking

Kebiasaan multitasking juga bisa meningkatkan stres karena tubuh memproduksi hormon kortisol saat merasa terbebani. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat mengganggu fungsi memori sekaligus menurunkan kemampuan konsentrasi.

Untuk mengatasinya, cobalah fokus pada satu pekerjaan dalam satu waktu agar kinerja otak lebih optimal. Mengatur waktu dengan teknik pomodoro, mengurangi gangguan notifikasi, serta menjaga pola hidup sehat dapat membantu mengurangi efek multitasking.

Baca juga: 5 Strategi Self Control agar Ibadah Tetap Fokus di Bulan Ramadan

Nah Warginet, meski multitasking terlihat praktis, kebiasaan ini bisa membuat otak menjadi lemot jika dilakukan terus-menerus. Jadi, mulai biasakan bekerja lebih fokus agar hasilnya tetap maksimal serta pikiran tidak mudah lelah.

 

Sumber: Radio Republik Indonesia (RRI)

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.