Tradisi Sunda Upacara Sawer Kerap Dipakai Hingga Zaman Sekarang
Upacara sawer diselenggarakan diluar rumah atau bisa juga di teras rumah, yang disebut saweran. Biasanya upacara ini dilaksanakan dan dipimpin oleh juru sawer khusus. Juru sawer harus mempunyai suara merdu, karena dalam upacara sawer akan ditembangkan atau dinyanyikan syair-syair khusus menurut pupuhan lagu tertentu yang disebut kidungan (kawih) sawer.
Juru sawer menyediakan baha-bahan sawer di dalam bokor yang berisi antara lain beras putih (sebagai lambang kehidupan bahagia), kunyit (sebagai lambang kejujuran/kemuliana), bermacam-macam bunga atau rampai (sebagai lambang keharuman nama baik rumah tangga), uang logam (sebagai lambang kekayaan/kecukupan), payung (sebagai lambang kewaspadaan), sirih digulung bentuk cerutu berisi gambir, kapur sirih, pinang, tembakau (sebagai lambang keterpaduan antara suami-istri), permen (sebagai lambang manis budi dan ramah tamah) dan kunyit yang dilarutkan ke dalam air kemudian dipakai mengaduk beras putih sampai menjadi kuning.
Bahan-bahan tersebut dicampur dalam bokor yang akan ditaburkan pada waktu dilangsungkan upacara sawer. Biasanya dilaksanakan setelah satu atau dua bait kidung ditnyanyikan atau dalam pergantian isi pupuh (bait) dari kidung tersebut. Isi kidung sawer merupakan nasihat, pepatah, pesan dan petuah kepada kedua pengantin baru.
Setelah kedua pengantin duduk pada kursi yang telah disediakan dan dipayungi, maka juru sawer terlebih dahulu menjelaskan bahan-bahan yang akan ditaburkan mempunyai maksud sebagai petunjuk kepada kedua mempelai bahwa bila dikemudian hari hidup senang, mulia dan berbahagia haruslah senang menolong dan membantu sesama dengan sedekah.
Selesai menyanyikan kidung, juru sawer menaburkan sisa isi bokor ke atas payung pengantin serta hadirin yang menyaksikan upacara tersebut. Adapun sajak yang dipakai saat upacara sawer adalah semacam syair yang terdiri dari empat baris dan ada juga yang memakai sekar macapat yaitu Dandanggula, Kinanti, Sinom, Asmarandana, dan lain sebagainya.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.