Beranda 3 Contoh Cerita Liburan Sekolah Tahun Baru di Rumah untuk Tugas Anak SD
ADVERTISEMENT

3 Contoh Cerita Liburan Sekolah Tahun Baru di Rumah untuk Tugas Anak SD

1 hari yang lalu - waktu baca 5 menit
Foto oleh Thomas G. | Pixabay

Pengalaman euforia saat liburan sekolah di masa pergantian Tahun Baru 2026 pastinya memiliki berbagai macam cerita.  Ada yang berlibur di luar kota, bakar-bakar ayam dan jagung, hingga bermain kembang api. Saat waktunya kembali ke sekolah, tugas untuk menulis cerita liburan tahun baru di rumah pun menanti.

Cerita liburan tahun baru di rumah saja dapat disampaikan dengan berbagai macam tema. Tentunya, suatu pengalaman dapat dirangkai dalam paragraf yang singkat dan mudah disampaikan. 

Namun, jangan khawatir. Terdapat 3 contoh narasi pengalaman liburan sekolah bertema Tahun Baru di rumah yang dapat kamu jadikan inspirasi. Simak, yuk! 

Baca Juga: Perombakan Birokrasi Garut: Bupati Lantik 88 Pejabat dan Soroti Akurasi Data Bansos

Kumpulan Contoh Cerita Liburan Sekolah Tahun Baru di Rumah Saja

Menonton Kembang Api dari Teras Rumah

Saat malam Tahun Baru lalu, aku dan keluargaku memiliki rencana liburan ke tempat viral yang Kakak temukan di Tiktok. Kebetulan ada bazaar berbagai macam makanan dan pesta kembang api di Mal B. Saat kami sudah siap pergi jam 1 siang, tiba-tiba hujan langsung mengguyur rumahku. Rencana kami gagal total.

Kami tidak jadi keluar karena hujan baru berhenti saat Maghrib. Hujannya deras sekali sampai-sampai main gim di ponsel pun lemot.  Mama hanya bisa menenangkanku dan mengatakan untuk menikmati waktu di rumah saja juga tidak apa-apa.

Sejujurnya aku agak sedih. Aku ingin melihat kembang api lebih dekat. Sebelum aku kembali ke kamar, Kakak langsung berlari ke dapur. Kemudian menunjukkan sekotak kembang api kepadaku. Katanya, dia membelikan kembang api ini di dekat stasiun kereta, tepat sebelum pulang ke rumah. 

Melihat kembang api yang dibelikan Kakak, hatiku sangat gembira sekali. Sudah lama sekali kami tidak menyalakan kembang api. Akhirnya, selesai salat Isya bersama, Kakak mengajakku menyalakan kembang api bersama di teras rumah. Sementara Mama membawakan kami camilan sambil telponan dengan Papa yang terjebak macet sepulang kerja.

Begitu mendekati jam 00.00 WIB, kami melihat kembang api besar di langit malam. Kata Mama, kembang api itu dari lapangan hijau dekat rumah. Begitu meriah dan cantik. Sampai-sampai langit di atas teras rumahku terlihat kelap-kelip. Sungguh terasa menyenangkan walau rencana berlibur kami gagal. Aku senang sekali dapat merayakan Tahun Baru bersama keluargaku.

Bakar-Bakar Tahun Baru hingga Larut Malam

Malam tahun baruku sangat meriah. Kebetulan sejak jauh hari, Ibu bilang kepadaku jika keluarga Tante Ria, adik ibuku yang menetap di Banyuwangi akan datang berkunjung ke rumahku. Mereka akan merayakan tahun baru bersama kami.

Tante Ria memiliki perkebunan Buah Naga. Kami dibawakan oleh-oleh buah naga yang banyak. Saat aku cicip, rasanya segar sekali. Kata Ayah, agar suasana menyambut Tahun Baru lebih menyenangkan, keluarga kami mengajak mereka untuk bakar-bakar. Kebetulan Ayah dan Ibu telah membeli banyak jagung dan daging ayam dua ekor untuk dipanggang bersama.

Selama Ayah, Ibu, Tante Ria, dan Om menyiapkan bahan masakan dan panggangan, aku mengajak sepupuku, Rio, bermain bersama. Mulai dari main puzzle, menonton film Spongebob, dan bermain sepeda untuk mengelilingi kompleks. Barulah bakar-bakar di belakang rumah dimulai setelah kami salat Isya berjamaah. 

Jagung bakar rasa barbeque yang dipanggang Ayah membuatku dan Rio ketagihan. Namun, kata Ibu kami tidak boleh makan banyak-banyak agar tidak kekenyangan. Barulah ayah Rio yang bakar ayam panggang.

Aku senang sekali dapat menikmati waktu bakar-bakar dan makan bersama di malam Tahun Baru. Bukan hanya karena rumahku ramai, aku menyukai kehangatan yang mengelilingi kami malam itu. Salah satu momen terbaikku yang aku harap dapat kurasakan di masa mendatang. 

Membantu Ayah dan Ibu

Tanggal 31 Desember 2025 lalu menjadi hari paling sibuk yang menyenangkan. Selama menunggu Ayah pulang kerja, aku membantu Ibu belanja di pasar untuk membeli bahan masakan bakar-bakar. Kebetulan kami berencana memasak sate ayam, sate tahu, jamur panggang, dan jagung panggang. Ibu juga membelikanku kembang api yang dapat aku nyalakan nanti malam bersamanya.

Setelah kembali ke rumah, aku dan Ibu mulai menyiapkan bumbu dan bahan masakannya. Aku membantu Ibu dari mencuci cabai, mengupas bawang merah hingga mataku perih, lalu membersihkan serabut jagung. Serabut jagung dan daunnya kami simpan untuk pakan dua kelinciku, namanya Rosa dan Rosi.

Ayah baru kembali ke rumah sekitar jam 5 sore. Tidak aku sangka Ayah beli puding karamel favoritku dari Roti B. Sebagai rasa terima kasihku, aku berjanji pada Ayah untuk membantunya bakar-bakar. Mulai dari menyiapkan batu bara, meminjamkan kipas mini milikku, dan membantunya mengoles bumbu di jagung dan sate. Soal rasa tidak usah ditanyakan. Bumbu buatan Ibu emang rasanya lezat banget! 

Barulah setelah makan bersama, aku memakan puding karamel sambil main kembang api di teras. Beberapa anak tetangga yang juga di luar rumah sempat mengajakku bermain kembang api bersama. Ibu dan Ayah mengizinkanku bermain bersama mereka. 

Malamku menjadi menyenangkan saat aku dan anak-anak tetangga menghitung mundur pergantian tahun baru. Lalu menyaksikan kembang api bersama dari tempat yang entah di mana asalnya berada. Sungguh sangat menyenangkan! 

Baca Juga: Tak Kantongi Izin Lengkap, Tiga Lokasi Tambang Galian C di Garut Resmi Dihentikan Operasionalnya

Tips Menulis Cerita Liburan Sekolah yang Bagus

Tips menulis cerita bertema liburan sekolah dapat dimulai dari menentukan tema, lalu membuat alur bagian awal, tengah, dan akhir. Tidak lupa dalam menceritakan liburan sekolah kamu dapat menulis berbagai macam emosi yang kamu rasakan.

Pada bagian awal cerita, kamu dapat mengenalkan kepada pembaca tentang siapa saja akan muncul dalam narasi. Misalnya, Ayah, Ibu, dan Kakak. Bagian awal juga dapat dimasukkan tentang rencana liburan yang telah disusun. 

Ketika mencapai bagian tengah cerita, kamu dapat menulis bagaimana pengalaman liburanmu. Apakah berjalan menyenangkan atau mengecewakan. Contohnya, selama liburan Tahun Baru kamu merasa sedih karena hujan dan tak jadi berlibur ke luar rumah.

Pada bagian akhir adalah penutup dari cerita liburan. Kamu dapat memberi penutup dengan akhir dari pengalaman tersebut. Apakah mengesankan atau kurang menyenangkan. 

 

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.