Anggaran Makan Bergizi Gratis Rp10.000 per Anak, Layakkah?
Pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto menetapkan anggaran makan bergizi gratis sebesar Rp10.000 per porsi bagi anak-anak dan ibu hamil. Angka ini dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan kalori sebesar 600-700 per sajian, khususnya di daerah tertentu. Anggaran tersebut, yang sebelumnya direncanakan sebesar Rp15.000, terpaksa dikurangi karena keterbatasan anggaran. Program ini telah diuji coba selama hampir setahun di berbagai daerah, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta. Berdasarkan hasil uji coba, pemerintah optimis anggaran Rp10.000 dapat mencukupi kebutuhan gizi dengan alokasi total Rp71 triliun pada 2025.
Presiden Prabowo menyebutkan, anggaran ini dirancang untuk membantu keluarga miskin. Dengan bantuan sosial lain seperti Program Keluarga Harapan, keluarga dengan tiga hingga empat anak diproyeksikan dapat menerima hingga Rp2,7 juta per bulan. Program ini juga menyasar anak-anak PAUD hingga SMA, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Meskipun demikian, wacana ini menuai beragam tanggapan. Beberapa pihak menilai nominal tersebut tidak mencukupi, terutama untuk daerah-daerah dengan biaya hidup yang lebih tinggi.
Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, menyatakan bahwa anggaran Rp7.500 hingga Rp10.000 per porsi sebenarnya sudah besar untuk daerah tertentu, mengingat perbedaan harga bahan makanan di berbagai wilayah Indonesia. Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional menargetkan program ini akan mencakup hingga 82,9 juta jiwa pada 2027. Rencana implementasi massal dimulai Januari 2025, setelah pelaksanaan proyek percontohan Desember 2024 di 923 titik dari Sabang hingga Merauke.
Namun, pengurangan anggaran ini menimbulkan kekhawatiran tentang kualitas makanan yang akan disajikan. Beberapa pihak mempertanyakan apakah dana tersebut benar-benar cukup untuk menyediakan makanan berkualitas tinggi. Meski begitu, pemerintah tetap optimis dengan keberhasilan program ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan ibu hamil. Program ini diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas gizi secara nasional dan mendukung pengentasan stunting di Indonesia.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.