Angka Putus Sekolah di Jabar Tinggi, Garut Masuk Lima Besar
Garut tercatat sebagai salah satu daerah dengan angka putus sekolah tertinggi di Jawa Barat akibat dominasi kasus Lulus Tidak Melanjutkan atau LTM.
Angka putus sekolah di Jawa Barat kembali menarik perhatian setelah data terbaru mencatatkan bahwa ratusan ribu anak tidak melanjutkan pendidikan formal, termasuk di Kabupaten Garut yang menembus lima besar daerah penyumbang kasus tertinggi di provinsi tersebut.
Baca juga: 13 Daftar Perguruan Tinggi Yang Ada Di Garut Lengkap Dengan Prodinya
Data Putus Sekolah Jawa Barat
Melansir dari unggahan Instagram @jabarstats, mayoritas anak putus sekolah di Jawa Barat berasal dari kategori “Lulus Tidak Melanjutkan” yang banyak terjadi pada fase transisi antartingkat pendidikan. Jenjang SMA dan SMK menjadi yang paling rawan, dipengaruhi tekanan ekonomi serta keputusan masuk kerja di usia dini.
Daftar daerah dengan angka putus sekolah tertinggi di Jawa Barat meliputi:
-
Bogor: 43.429 anak
-
Bandung: 40.029 anak
-
Sukabumi: 37.361 anak
-
Garut: 28.433 anak
-
Cianjur: 27.178 anak
-
Tasikmalaya: 20.050 anak
-
Karawang: 19.733 anak
-
Bekasi: 18.186 anak
-
Bandung Barat: 17.876 anak
-
Cirebon: 14.695 anak
Sementara itu, di Kabupaten Garut tercatat PAUD Drop Out (DO) nol anak, SD DO menjangkau 2.254 anak, SMP DO dengan jumlah 5.288 anak, SMA dan SMK DO sebanyak 9.219 anak, serta “Lulus Tidak Melanjutkan” mencapai 11.672 anak dari total 28.433 anak putus sekolah.
Baca Juga: Dewan Pendidikan Garut: Fosil Birokrasi atau Jembatan Partisipasi?
Nah Warginet, tingginya angka putus sekolah di Jawa Barat termasuk Garut menjadi alarm serius bagi semua pihak untuk meningkatkan pendampingan pendidikan antarjenjang. Jadi Warginet, langkah apa yang paling realistis agar masalah putus sekolah dapat ditekan secara berkesinambungan?
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.