Beranda Mengapa Obrolan Basa-basi Sering Menguras Energi? Ini Penjelasannya
ADVERTISEMENT

Mengapa Obrolan Basa-basi Sering Menguras Energi? Ini Penjelasannya

3 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Mengapa Obrolan Basa-basi Sering Menguras Energi? Ini Penjelasannya, Source:

Basa-basi kerap dianggap obrolan ringan, namun bagi sebagian orang justru terasa menguras energi. Psikolog mengungkap alasan di balik basa-basi yang melelahkan.

Basa-basi sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengantre di pasar hingga menunggu anak di depan sekolah. Meskipun terlihat sederhana, tidak sedikit orang yang merasa energinya merasa terkuras setelah melakukan obrolan basa-basi dengan orang lain.

Baca juga: Cara Bijak Menggunakan Media Sosial Supaya Gak Bikin Stres

Basa-basi Bisa Menguras Energi

Basa-basi dapat terasa menguras energi karena sering muncul di situasi yang tidak selalu diinginkan. Dikutip dari Hello Magazine, Minggu, (8/2/2026), suasana hati, konteks sosial, hingga tingkat kenyamanan memengaruhi bagaimana seseorang merasakan obrolan basa-basi.

Rebecca Ker sebagai Psikolog dari Carlton Psychology, menyebutkan bahwa kesulitan dalam menghadapi basa-basi merupakan hal yang cukup umum. Rasa cemas, terburu-buru, atau takut dinilai orang lain sering kali membuat percakapan ringan berubah menjadi aktivitas yang melelahkan.

Basa-basi dan Tantangan Psikologis

Basa-basi juga lebih terasa berat bagi seseorang yang sedang tidak percaya diri atau mengalami kecemasan sosial. Obrolan semacam ini sering terjadi dengan orang yang belum dikenal dekat, sehingga kekhawatiran dalam melakukan kesalahan sosial menjadi lebih besar.

Menurut Ker, lingkungan yang ramai dan bising turut memperparah kondisi tersebut. Bagi introvert atau orang yang mudah mengalami overstimulasi, basa-basi di situasi seperti ini cenderung lebih menguras energi dibandingkan dengan percakapan yang lebih bermakna.

Basa-basi bagi Individu Neurodivergen

Basa-basi bisa menjadi tantangan tersendiri bagi individu neurodivergen, termasuk mereka yang memiliki ADHD atau berada dalam spektrum autisme. Ker menjelaskan bahwa percakapan yang dangkal sering dianggap kurang menarik sehingga membutuhkan usaha ekstra untuk tetap fokus.

Pada individu autistik, perbedaan dalam memproses isyarat sosial membuat basa-basi tidak terjadi secara naluriah. Alhasil, obrolan tersebut memerlukan lebih banyak energi karena melibatkan proses berpikir yang intens dan terasa kurang menyenangkan.

Baca juga: 5 Rekomendasi Kafe di Garut yang Cocok untuk Kaum Introvert Cari Me Time

Nah Warginet, merasa lelah karena basa-basi bukan berarti antisosial, melainkan dapat berhubungan dengan kondisi emosi serta cara kerja otak. Dengan memahami diri sendiri, setiap orang dapat memilih bentuk interaksi sosial yang lebih nyaman tanpa harus memaksakan diri.

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.