Beranda Biografi Ratu Nilakendra: Sosok Pemimpin yang Kontroversial dari Kerajaan Pajajaran

Biografi Ratu Nilakendra: Sosok Pemimpin yang Kontroversial dari Kerajaan Pajajaran

4 bulan yang lalu - waktu baca 1 menit

Ratu Nilakendra, yang dikenal juga sebagai Prabu Ragamulya Suryakancana, merupakan penguasa terakhir dari Kerajaan Pajajaran pada akhir abad ke-16. Ia adalah putra dari Prabu Surawisesa dan cucu Prabu Siliwangi, salah satu raja besar dalam sejarah Sunda. Nilakendra naik tahta di tengah masa yang penuh gejolak, di mana pengaruh Islam mulai menyebar ke seluruh Nusantara, memberikan tekanan yang besar bagi kerajaan Hindu seperti Pajajaran.

Sebagai seorang pewaris kerajaan yang besar, Nilakendra dihadapkan pada situasi yang semakin sulit. Ancaman dari Kesultanan Cirebon dan Banten, dua kekuatan Islam di sekitarnya, mulai menggoyahkan stabilitas Pajajaran. Serangan dari kerajaan-kerajaan Islam tersebut tak hanya mempersempit wilayah kekuasaan Pajajaran, tetapi juga memicu perpecahan internal. Di tengah situasi ini, Nilakendra harus menghadapi dilema besar untuk mempertahankan kerajaan leluhurnya.

Keputusan Nilakendra untuk memindahkan pusat pemerintahan Pajajaran ke wilayah pedalaman demi menghindari serangan mengundang kontroversi. Banyak bangsawan dan rakyat yang menganggap langkah ini sebagai simbol kelemahan, memicu ketidakpuasan yang mendalam di kalangan masyarakat. Kendati begitu, ia tetap berupaya mempertahankan budaya dan tradisi Sunda, meskipun ancaman dari luar semakin menguat.

Runtuhnya Pajajaran setelah sekitar 20 tahun pemerintahan Nilakendra menandai berakhirnya kekuasaan Hindu di Jawa Barat. Meski demikian, Ratu Nilakendra tetap dikenang dalam sejarah Sunda sebagai penguasa yang berusaha mempertahankan warisan leluhurnya di tengah gelombang perubahan besar. Sosoknya telah menginspirasi berbagai legenda dan cerita rakyat, menjadikannya sebagai figur penting dalam sejarah Tanah Sunda.

 

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.