Dunia Gaungkan Hari Perjuangan Petani Internasional Setiap 17 April
Hari Perjuangan Petani Internasional diperingati setiap 17 April sebagai simbol perjuangan global petani dalam menuntut keadilan agraria dan kedaulatan pangan.
Hari Perjuangan Petani Internasional atau International Day of Peasant Struggles diperingati setiap 17 April sebagai momentum global untuk menyuarakan hak-hak petani serta menyoroti pentingnya keadilan agraria dan kedaulatan pangan di berbagai negara.
Baca juga: Polres Garut Serap 17,75 Ton Jagung Petani untuk Perkuat Ketahanan Pangan Daerah
Sejarah Hari Perjuangan Petani Internasional
Hari Perjuangan Petani Internasional berawal dari peristiwa tragis yang terjadi di Brasil pada 17 April 1996. Saat itu, petani tak bertanah yang melakukan aksi damai menuntut reforma agraria justru mendapat tindakan represif dari aparat hingga menimbulkan korban jiwa.
Peristiwa tersebut kemudian dikenang sebagai simbol perlawanan petani di seluruh dunia. Organisasi gerakan petani global, La Via Campesina, menetapkan tanggal 17 April sebagai Hari Perjuangan Petani Internasional untuk menghormati perjuangan tersebut.
Makna dan Tantangan Petani di Berbagai Negara
Hari Perjuangan Petani Internasional diperingati setiap tahunnya melalui berbagai aksi, diskusi, hingga kampanye global. Momentum ini juga sebagai ruang refleksi atas berbagai persoalan yang masih dihadapi oleh petani di banyak negara.
Di Indonesia, tantangan yang dihadapi para petani masih cukup kompleks, mulai dari konflik agraria, alih fungsi lahan, hingga keterbatasan akses terhadap teknologi dan permodalan. Kondisi ini menunjukkan bahwa perjuangan petani masih terus berlangsung hingga saat ini.
Baca juga: Kebun Edukasi Eptilu Jadi Inspirasi Petani Modern di Garut
Nah Warginet, Hari Perjuangan Petani Internasional menjadi pengingat bahwa peran petani sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan. Dukungan dari berbagai pihak diperlukan agar kesejahteraan petani dapat meningkat dan keberlanjutan sektor pertanian tetap terjaga.
Sumber: Radio Republik Indonesia (RRI)
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.