Polsek Cibatu Bina Dua Pelajar Penjual Miras, Orang Tua Ikut Dilibatkan
Polsek Cibatu membina dua pelajar yang kedapatan menjual miras dengan pendekatan humanis serta melibatkan orang tua dalam proses pembinaan yang dilakukan.
Dua pelajar yang kedapatan menjual minuman keras (miras) ditangani Polsek Cibatu melalui pembinaan dan pendekatan persuasif dengan melibatkan orang tua agar tidak kembali melakukan pelanggaran serupa, Kamis, (16/4/2026).
Baca juga: Razia Knalpot Bising di Leles, Enam Motor Diamankan Polisi
Kedua pelajar yang diamankan oleh Polsek Cibatu masih berstatus sebagai siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Mereka diketahui berasal dari Kecamatan Sukawening dan sempat terlibat dalam aktivitas penjualan minuman keras.
Alih-alih langsung menempuh jalur hukum, Pihak kepolisian memilih langkah persuasif dengan mengedepankan musyawarah. Dari hasil tersebut, kedua pelajar sepakat membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.
“Kami mengedepankan pembinaan dengan melibatkan orang tua serta unsur pemerintahan setempat, agar ada pengawasan dan tanggung jawab bersama dalam membina anak-anak kita,” ujar Amirudin Latif, selaku Kapolsek Cibatu.
Setelah proses pembinaan selesai, kedua pelajar tersebut dipulangkan kepada orang tua masing-masing. Penyerahan dilakukan dengan disaksikan pihak desa bersama perangkat lingkungan seperti RT dan RW setempat.
Langkah yang diambil Polsek Cibatu Polres Garut ini diharapkan bisa menjadi peringatan sekaligus pembelajaran. Harapannya, para pelajar tidak kembali terlibat dalam aktivitas yang melanggar hukum.
Polsek Cibatu juga menegaskan komitmennya untuk menjaga situasi tetap kondusif. Pendekatan pembinaan akan terus diutamakan agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak terjerumus ke hal serupa.
Baca juga: Satres Narkoba Polres Garut Amankan Dua Pengedar Obat Terlarang di Tarogong Kidul
Bagi Warginet, peran dari kedua orang tua dan lingkungan sekitar sangat penting dalam mengawasi pergaulan pelajar. Dengan pengawasan bersama, diharapkan kejadian serupa bisa dicegah sejak dini.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.