Beranda Fakta Dua Remaja Garut Nekat Habisi Nyawa Siswa SMPN 26 Bandung di Eks Kampung Gajah
ADVERTISEMENT

Fakta Dua Remaja Garut Nekat Habisi Nyawa Siswa SMPN 26 Bandung di Eks Kampung Gajah

2 jam yang lalu - waktu baca 3 menit
Fakta Dua Remaja Garut Nekat Habisi Nyawa Siswa SMPN 26 Bandung di Eks Kampung Gajah

Bandung Barat, infogarut.id – Kasus pembunuhan tragis yang menimpa ZAAQ (14), siswa SMPN 26 Kota Bandung, akhirnya terungkap. Ironisnya, pelaku utama dalam aksi keji ini adalah teman dekat korban sendiri yang masih berstatus pelajar asal Kabupaten Garut.

Pihak kepolisian dari Satreskrim Polres Cimahi berhasil mengamankan dua tersangka, yakni YA (16) seorang pelajar SMK dan rekannya AP (17). Keduanya ditangkap di kediaman mereka di wilayah Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, pada Minggu (15/2/2026) dini hari.

Baca Juga: Polsek Sukawening Bersama DLH dan Kades Maripari Angkut Sampah Liar di Lahan Carik

Berikut adalah kronologi lengkap dan mendalam mengenai peristiwa yang menggemparkan masyarakat Jawa Barat tersebut:

1. Motif Sakit Hati dan Dendam yang Terencana

Berdasarkan keterangan Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, aksi pembunuhan ini bukanlah kejadian spontan, melainkan sudah direncanakan oleh tersangka YA. Motif utamanya adalah rasa sakit hati karena korban ZAAQ memutuskan hubungan pertemanan mereka secara sepihak.

Diketahui, korban dan pelaku sebelumnya berteman akrab layaknya kakak-adik saat korban masih bersekolah di Garut. Perselisihan mulai muncul ketika korban pindah sekolah ke Bandung dan menyatakan ingin mengakhiri pertemanan mereka. Hal inilah yang memicu dendam membara di hati YA.

2. Keberangkatan dari Garut Menuju Bandung

Rencana pembunuhan sebenarnya hendak dilakukan sejak Sabtu (7/2), namun sempat tertunda karena tersangka AP masih harus menyelesaikan pekerjaannya sebagai tukang dekorasi pernikahan di Garut.

Akhirnya, pada Senin (9/2/2026) pagi, kedua tersangka bertolak dari Garut menuju Bandung menggunakan sepeda motor. YA sudah menyiapkan sebilah pisau yang disimpan di dalam jok motor sebelum berangkat menemui korban.

3. Eksekusi di Lahan Eks Kampung Gajah

Setibanya di Bandung, YA menemui ZAAQ di sekitar sekolahnya setelah jam pelajaran usai. Mereka kemudian bergerak menuju kawasan wisata terbengkalai, eks Kampung Gajah, di Desa Cihideung, Parongpong, Bandung Barat, sekitar pukul 15.30 WIB.

Di lokasi tersebut, tersangka AP bertugas mengawasi situasi di bagian luar, sementara YA membawa korban masuk lebih dalam ke area yang sepi. Di sanalah terjadi cekcok mulut hebat. Emosi yang memuncak membuat YA menghantam kepala korban menggunakan botol kaca hingga terluka parah.

Saat korban terjatuh namun masih sadar, YA mencabut pisau dari balik jaketnya dan menghujamkan delapan tusukan ke bagian perut korban. Kejamnya, korban ditinggalkan begitu saja dalam kondisi masih hidup namun bersimbah darah hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi.

Baca Juga: Amankan Ribuan Obat Terlarang, Polsek Kadungora Tangkap Dua Pelaku

4. Pelarian ke Garut dan Tasikmalaya

Usai melakukan aksinya, YA mengambil ponsel dan jaket milik korban. Kedua pelaku kemudian langsung melarikan diri kembali ke arah Garut. Dalam perjalanan pulang, mereka sempat berhenti sejenak di sebuah SPBU untuk membersihkan diri.

Sebelum akhirnya ditangkap, kedua pelaku dilaporkan sempat mencoba bersembunyi di wilayah Tasikmalaya. Namun, mereka akhirnya kembali ke rumah masing-masing di Banyuresmi, Garut, hingga Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi menjemput mereka.

5. Penemuan Jasad dan Penangkapan

Jasad ZAAQ baru ditemukan pada Jumat (13/2/2026) malam setelah pihak keluarga melaporkan kehilangan korban sejak Selasa (10/2). Penemuan jasad di area eks Kampung Gajah tersebut sempat viral di media sosial.

Berbekal penyelidikan mendalam dan keterangan saksi-saksi, polisi berhasil mengidentifikasi keterlibatan YA dan AP. Keduanya kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan terancam hukuman berat atas tindakan pembunuhan berencana.

Kasus ini menjadi pengingat bagi para orang tua dan pendidik untuk lebih memperhatikan dinamika pergaulan remaja agar konflik personal tidak berujung pada tindakan kriminal yang fatal.

 

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.