Garut Masuk Peringkat Keenam, Kerugian Bencana di Jabar Tembus Ratusan Miliar
Garut masuk daftar 10 besar wilayah dengan kerugian bencana terbesar di Jawa Barat selama 2025 berdasarkan data terbaru BPBD yang diperbarui pada Juni 2026.
Bencana yang terjadi di Jawa Barat sepanjang tahun 2025 tidak hanya menyebabkan kerusakan, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah. Kabupaten Garut pun masuk dalam daftar wilayah dengan taksiran kerugian terbesar akibat bencana, sehingga upaya mitigasi menjadi hal yang semakin penting untuk diperhatikan.
Baca juga: Super El Niño Berpotensi Terjadi, Begini Pengaruhnya terhadap Cuaca Global
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang diperbarui pada 2 Juni 2026 menunjukkan bahwa besarnya kerugian akibat bencana di Jawa Barat sepanjang 2025 belum tentu berbanding lurus dengan frekuensi kejadian yang tercatat. Nilai aset yang terdampak, persebaran kawasan permukiman, hingga tingkat kerusakan menjadi sejumlah faktor yang turut memengaruhi besarnya dampak ekonomi yang ditimbulkan.
Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan taksiran kerugian terbesar, disusul dengan Kabupaten Sukabumi di posisi kedua. Jika digabungkan, kerugian kedua daerah tersebut mencapai lebih dari Rp509 miliar, bahkan melampaui total kerugian delapan wilayah lainnya yang masuk dalam daftar 10 besar.
Berikut ini daftar 10 wilayah di Jawa Barat yang mencatat kerugian terbesar akibat bencana sepanjang tahun 2025.
-
Kabupaten Bogor: Rp289,06 miliar.
-
Kabupaten Sukabumi: Rp220,19 miliar.
-
Kabupaten Cianjur: Rp64,21 miliar.
-
Kabupaten Karawang: Rp52,76 miliar.
-
Kabupaten Bekasi: Rp43,50 miliar.
-
Kabupaten Garut: Rp31,59 miliar.
-
Kabupaten Subang: Rp31,20 miliar.
-
Kota Bogor: Rp31,15 miliar.
-
Kabupaten Indramayu: Rp27,7 miliar.
-
Kabupaten Bandung Barat: Rp26,92 miliar.
Kabupaten Garut berada di peringkat keenam dengan taksiran kerugian sekitar Rp31,59 miliar. Angka tersebut membuat Garut berada di atas Kabupaten Subang, Kota Bogor, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Bandung Barat dalam daftar kerugian akibat bencana di Jawa Barat selama 2025.
Data BPBD tersebut menunjukkan bahwa besarnya kerugian akibat bencana tidak selalu ditentukan oleh banyaknya kejadian yang terjadi. Nilai aset yang terdampak, persebaran permukiman, serta skala kerusakan menjadi faktor lain yang ikut menentukan besarnya dampak ekonomi. Maka dari itu, upaya mitigasi bencana tidak hanya dapat diprioritaskan berdasarkan frekuensi kejadian, tetapi juga mempertimbangkan potensi kerugian ekonomi yang dapat ditimbulkan.
Baca juga: Garut Dikepung 567 Bencana: Analisis Mengapa Mitigasi Kita Masih Jalan di Tempat
Nah Warginet, masuknya Garut ke peringkat keenam dalam daftar wilayah dengan kerugian bencana terbesar di Jawa Barat menunjukkan bahwa upaya mitigasi dan kesiapsiagaan masih menjadi hal yang penting untuk terus diperhatikan. Langkah tersebut penting untuk menekan dampak dan kerugian yang lebih besar pada masa mendatang.
Penulis: Muhamad Renaldi S
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.