Beranda Generasi Bersih dan Sehat (Genbest) Berperan Aktif dalam Penanganan Stunting

Generasi Bersih dan Sehat (Genbest) Berperan Aktif dalam Penanganan Stunting

1 tahun yang lalu - waktu baca 2 menit

Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia Kebudayaan (IKPMK), di bawah binaan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, sudah melaksanakan Forum Sosialisasi dengan tema “Cegah Stunting itu Penting”. Kegiatan ini ialah bagian dari komitmen pemerintah agar mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dengan menanggulangi masalah stunting. Acara tersebut berlangsung di Alun-alun Limbangan, Kabupaten Garut, Jum’at, (8/9/2023).

Ketua Tim Informasi dan Komunikasi Kesehatan Direktorat IKPMK, Marroli J. Indarto, menyampaikan bahwa program kampanye penanganan stunting sudah menjangkau 180 kabupaten/kota. Tujuannya ialah meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai persoalan stunting yang diakibatkan oleh kekurangan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan.

Marroli juga meninjau pengaruh Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Contohnya, mereka memberikan pendapat sederhana seperti memberikan makanan bergizi, di antaranya ikan lele dan telur yang tercapai secara cermat.

Dalam kegiatan tersebut, dr. Tri Cahyo Nugroho, selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, membeberkan berbagai program inovasi yang sudah ditetapkan, termasuk program Remaja Putri Sehat Bebas Anemia (RISSA) dan program Melani yang bermaksud untuk merawat kesehatan ibu hamil.

Sementara itu, program Temuka Obati Sayangi balita Stunting (TOSS) di Kabupaten Garut sudah sukses mengurangi tingkat stunting yang awalnya dari 35,2% menjadi 23,6%, dengan harapan terus menurun menjadi kurang dari 20% di tahun 2023. Pihaknya memberikan apresiasi kepada Kecamatan Limbangan yang sukses mengurangi angka stunting.

Adapun, Heri Hermawan, selaku Camat Limbangan, menegaskan akan pentingnya pemahaman terkait penanganan stunting dari peserta kepada masyarakat desa. Hal tersebut bermaksud agar menjamin bahwa generasi masa depan bisa bebas dari persoalan stunting. Heri juga berharap bisa mengurangi kasus stunting di Kecamatan Limbangan sampai target 14% di tahun 2024, yang awalnya dari angka 17% saat ini.

 

Sumber: Pemerintah Kabupaten Garut

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.