Gunung Sagara Garut: Panduan Lengkap, Jalur Pendakian, dan Estimasi Biaya (2026)
Kabupaten Garut dikelilingi oleh gunung-gunung yang memiliki pesonanya masing-masing. Salah satunya adalah Gunung Sagara, hidden gem wisata alam di Garut yang cocok untuk para pendaki.
Gunung Sagara juga dikenal dengan julukan The Golden Sunrise-nya Jawa Barat, di mana pengunjung dapat melihat terbitnya matahari di puncak. Selain itu, pengunjung dapat melihat pemandangan Talaga Bodas dan gunung lainnya dari atas.
Penasaran dengan gunung ini? Berikut informasi lengkap Gunung Sagara, termasuk kebutuhan logistik dan teknis para pendaki.
Baca Juga: Pantai Santolo Dievaluasi Bupati Garut Usai Keluhan dari Warga
Profil dan Daya Tarik Gunung Sagara Garut
Gunung Sagara terletak di Kampung Sagara, Tenjonagara, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Puncaknya berada di ketinggian 2.132 meter di atas laut (mdpl). Menjadi puncak yang terendah dari empat gunung yang ada di Kabupaten Garut.
Dari puncak Gunung Sagara, kamu akan mendapatkan panorama Telaga Bodas dari atas. Selain itu, puncak gunung lain seperti Gunung Ciremai, Gunung Cikuray, Gunung Papandayan, dan Gunung Galunggung dapat kamu lihat dari kejauhan yang dikelilingi awan putih.
Jalur Pendakian Gunung Sagara Garut
Ada dua jalur pendakian untuk mencapai puncak Gunung Sagara, yaitu jalur Sagara dan Tajur. Keduanya memiliki medan yang berbeda walaupun sama-sama menantang.
Jalur Sagara
Jalur ini baru dibuka pada tahun 2019. Pendaki akan melewati 4 pos untuk sampai ke puncak dengan waktu pendakian sekitar 3 sampai 4 jam. Trek cenderung landai untuk sampai ke pos 1, tetapi setelah pos 2 hingga puncak, medan akan semakin sulit dan cukup membuat lutut pegal.
Berikut estimasi waktu pendakian antarpos hingga sampai ke puncak.
|
Pos |
Estimasi Waktu |
Keterangan |
|
Basecamp – Pos 1 |
45–60 menit |
Perkebunan warga, jalur landai cukup terbuka |
|
Pos 1 – Pos 2 |
60 menit |
Masuk kawasan hutan, tanjakan ringan |
|
Pos 2 – Pos 3 |
45–60 menit |
Tanjakan semakin terasa |
|
Pos 3 – Pos 4 |
45 menit |
Medan lebih curam, beberapa titik menguras tenaga |
|
Pos 4 – Puncak |
30–45 menit |
trek terakhir berbatu dan terbuka, angin cukup kencang |
Jalur Tajur
Jalur Tajur merupakan jalur pendakian paling populer untuk mencapai puncak Gunung Sagara. Trek lebih panjang dibandingkan jalur Sagara. Butuh 4 sampai 5 jam perjalanan normal. Tanjakannya bertahap dan lebih cocok untuk pendaki pemula yang ingin ritme lebih santai. Ada ojek gunung yang siap membawamu dari basecamp ke pos 1.
Estimasi waktu pendakian via Tajur dapat dilihat pada tabel berikut.
|
Pos |
Estimasi Waktu |
Keterangan |
|
Basecamp – Pos 1 |
10–30 menit (jalan kaki)/10 menit (ojek) |
Kebun warga, trek relatif mudah |
|
Pos 1 – Pos 2 |
60–75 menit |
Tanjakan bertahap dan jalur cukup lebar |
|
Pos 2 – Pos 3 |
60 menit |
Medan hutan dan tanjakan sedang |
|
Pos 3 – Pos 4 |
60 menit |
Tanjakan mulai konsisten |
|
Pos 4 – Puncak |
45–60 menit |
Trek akhir cukup menantang |
Baca Juga: Rekomendasi Pantai di Selatan Garut yang Cocok untuk Ngabuburit Sore Hari
Fasilitas, Biaya, dan Perizinan Masuk Gunung Sagara Garut
Untuk masuk ke Gunung Sagara, kamu bisa membayar Rp25.000 per orang. Harga tersebut termasuk tektok dan bermalam. Selain itu, bagi kamu yang parkir kendaraan akan dikenakan tarif Rp10.000 untuk motor, Rp30.000 untuk mobil, dan Rp2.000 untuk penitipan helm.
Basecamp Gunung Sagara menyediakan fasilitas untuk pendaki, yaitu tempat parkir, toilet, tempat menginap, mushola, dan warung. Fasilitas-fasilitas ini akan membuat pengalaman mendakimu lebih nyaman dan praktis. Kamu juga bisa menyewa perlengkapan hiking di sini.
Ojek juga menjadi faktor krusial saat mendaki Gunung Sagara, terlebih lagi jika kamu menggunakan moda angkutan umum. Berikut estimasi daftar harga ojek di Gunung Sagara.
- Parkit mobil - basecamp: Rp40.000
- basecamp - pos 1: Rp15.000
- Tajur - basecamp: Rp40.000
- Gapura Tadang - basecamp: Rp60.000
- Stasiun Wanaraja - basecamp: Rp70.000
Harga tersebut dapat berubah sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu.
Tips Mendaki dan Perlengkapan yang Dibutuhkan
Ada beberapa tips mendaki Gunung Sagara, yaitu:
- Membuat rencana terlebih dahulu.
- Memprakirakan cuaca, apakah aman untuk mendaki atau tidak.
- Waktu yang disarankan di musim kemarau (Juli–September) untuk menghindari trek licin.
- Membawa P3K beserta obat-obatan penting.
- Membawa perlengkapan mendaki, seperti jaket, sepatu gunung, dll.
- Membawa air yang cukup selama perjalanan karena di jalur Sagara minim sumber air.
- Tidak meninggalkan sampah selama di gunung.
- Selalu berperilaku baik dan hormat kepada masyarakat sekitar.
Saat kamu mendaki juga butuh membawa perlengkapan yang dibutuhkan. Perlengkapan yang dibutuhkan apabila berkemah di Gunung Sagara antara lain.
- Tas carrier
- Pakaian dan jaket
- Sleeping bag
- Perlengkapan masak
- Tenda
- Senter atau headlamp
- logistik berupa makanan dan minuman
- Matras
- Sepatu hiking
- P3K
- Trekking pole
Perlengkapan ini kamu butuhkan untuk pendakian yang lebih aman dan nyaman.
FAQ
Apakah Gunung Sagara cocok untuk pemula?
Pemula diperbolehkan mendaki Gunung Sagara. Akan tetapi, disarankan untuk tidak mendaki sendirian dan selalu membawa trekking pole. Jika ingin lebih cepat sampai, lewat jalur Sagara. Jika ingin ritme yang lebih santai pilih via Tajur.
Berapa jam mendaki Gunung Sagara via Tajur?
Waktu tempuh normal pendakian Gunung Sagara via Tajur adalah 4 sampai 5 jam. Estimasi waktu dapat berubah sesuai dengan situasi dan kondisi gunung di waktu pendakian.
Apakah bisa tektok (naik-turun sehari) di Gunung Sagara?
Ya, kamu bisa tektok mendaki di Gunung Sagara. Jarak dari pintu masuk pendakian sampai puncak cenderung dekat, hanya dengan hitungan jam. Perlu diingat, jika kamu ingin tektok, disarankan mulai mendaki mulai subuh sampai pagi hari, jangan terlalu siang.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.