Kerajaan Timbanganten, Kerajaan di Tarogong Garut
Kerajaan Timbanganten memiliki kaitan dengan kerajaan Mandala Di Puntang. Prabu Derma Kingkin, nalendra terakhir kerajaan Mandala memindahkan pusat kerajaannya dari Panembong ke daerah Timbanganten (sekarang disebut Tarogong).
Timbanganten merupakan daerah sekitar gunung Guntur. Prabu Derma Kingkin mengganti nama kerajaan Mandala Di Puntang menjadi kerajaan Timbanganten. Prabu Derma Kingkin memiliki 5 orang anak, Sunan Kacue, Sunan Rangga Lawe, Dalem Cicabe, Dalem Cibeureum, Dalem Kandang Serang, dan Dalem Kowang. Timbanganten merupakan bagian dari sejarah Jawa Barat dan termasuk wilayah Tatar Ukur. Menurut naskah Sadjarah Bandung, Tatar Ukur adalah daerah kerajaan Timbanganten dengan ibukota Tegal Luar. Kerajaan itu berada di bawah dominasi kerajaan Sunda-Pajajaran.
Pertengahan abad ke-15, kerajaan Timbanganten diperintah secara turun-temurun oleh Prabu Pandaan Ukur, Dipati Agung, dan Dipati Ukur. Pada masa pemerintahan Dipai Ukur, Tata Ukur merupakan wilayah yang cukup luas, mencakup sebagian besar wilayah Jawa Barat, terdiri atas sembilan daerah yang disebut Ukur Sasanga.
Kerajaan Timbanganten yang merupakan kelanjutan dari kerajaan Mandala Di Puntang, merupakan bukti akan adanya kerajaan di daerah Garut, khsusunya daerah Tarogong. Ketika penguasa terakhir yang bernama Dipati Ukur ditumpas oleh Mataram, kerajaan Timbanganten tinggal kenangan. Tata Ukur yang merupakan daerah kerajaan Timbangten diambil oleh Bandung sebagai balasan Sultan Agung Mataram atas keberhasilannya menumpas Dipati Ukur. Dalam naskah Sadjarah Bandung, menyebutkan bahwa di Timbangten hanya tersisa 200 cacah.
Sumber materi : Harsono, Asep. 2007. Tatar Garut
Sumber foto : bandungbergerak.id
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.