Beranda Kisah Garut dan Cokelat

Kisah Garut dan Cokelat

3 bulan yang lalu - waktu baca 2 menit

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kakao terbesar di dunia, berdasarkan Badan Pusat Statistik Indonesia produksi biji kakao dari tahun-tahun ke terus meningkat. Indonesia memiliki daerah yang merupakan produsen kakao, salah satunya adalah Jawa Barat. Meskipun produksi kakao Jawa Barat tidak sebanyak daerah lainnya beberapa daerah di Jawa Barat memiliki kebun kakao, salah satunya adalah Garut.

Kakao di Garut tidak seterkenal jeruk ataupun komoditas pertanian lainnya, tetapi Garut pernah menjadi salah satu daerah utama penghasil kakao di Jawa Barat. Namun, saat ini kakao Garut tidak secemerlang dahulu kala. Menurut Dinas Perkebunan Garut saat ini Garut hanya memiliki kebun Kakao seluas 7 hektare dan hanya bisa menghasilkan biji kakao sebanyak 1 ton per-tahunnya.

Dinas Perkebunan Kabupaten Garut tidak merekomendasikan budidaya tanaman kakao di Garut karena iklim dan letak geografis Garut yang tidak mendukung pertumbuhan tanaman kakao. Karena ketitidakcocokan iklim dan geografis ini membuat tanaman kakao terserang virus yang menyebabkan buah yang dihasilkannya tidak optimal. Oleh karena itu, para petani Garut meninggalkan tanaman Kakao karena tidak memiliki nilai ekonomi dan menggantinya dengan komoditas lain yang lebh ekonomis.

Meskipun Garut tidak seberhasil daerah lain dalam perkebunan kakao, Garut memiliki hubungan yang erat dengan cokelat, Garut pernah memiliki pabrik cokelat yang tertua di Asia. Pabrik cokelat ini dibangun pada tahun 1890 di Garut yang akhirnya dipindahkan ke Bandung pada tahun 1990.

Hingga saat ini pabrik cokelat ini masih berproduksi menghasilkan produk cokelat yang dicintai oleh masyarakat Indonesia. Saat ini cokelat menjadi salah satu produk khas Garut, namun cokelat khas Garut ini merupakan cokelat yang digabungkan dengan makanan khas Garut lainnya yakni dodol.

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.