ADVERTISEMENT
Beranda Mengapa Kunang-Kunang Kian Jarang Terlihat, Ini Penyebabnya
ADVERTISEMENT

Mengapa Kunang-Kunang Kian Jarang Terlihat, Ini Penyebabnya

1 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Mengapa Kunang-Kunang Kian Jarang Terlihat, Ini Penyebabnya, Source: Tiktok @hobby_tanaman

Kunang-kunang kini semakin jarang terlihat di alam karena kerusakan habitat, polusi cahaya, penggunaan pestisida, hingga tekanan aktivitas manusia.

Kunang-kunang dikenal sebagai serangga bercahaya yang kerap menghiasi malam pedesaan dengan pendar indah. Namun kini, keberadaan kunang-kunang semakin jarang ditemui di alam akibat perubahan lingkungan global yang dipicu aktivitas manusia modern.

Baca juga: Studi Ungkap Banjir Sumatera Ancam Kelangsungan Orang Utan Tapanuli

Krisis Cahaya Alam

Ancaman terhadap kunang-kunang bersifat kompleks dan saling berkaitan, dengan hilangnya habitat sebagai faktor utama. Laporan Xerces Society tahun 2019 menyebut pembukaan lahan, termasuk kawasan bakau, memusnahkan ruang hidup larva kunang-kunang.

Selain itu, polusi cahaya menjadi ancaman serius bagi ritual perkawinan mereka. Penelitian di jurnal Ecology and Evolution menjelaskan bahwa cahaya buatan mengacaukan sinyal cahaya jantan, sementara pestisida turut membunuh larva sebelum mencapai fase dewasa.

Harapan dari Bali

Di tengah penurunan populasi global, Kebun Raya Bali menunjukkan bahwa kunang-kunang masih dapat bertahan di lingkungan yang terjaga. Eksplorasi malam menemukan populasi Lamprigera dan Abscondita di kawasan dengan kelembapan tinggi dan minim cahaya buatan.

Peneliti menyebut keberadaan kunang-kunang sebagai indikator kualitas lingkungan yang baik. Pengelolaan mikroklimat, vegetasi alami, serta pengendalian intensitas lampu menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem fauna malam tersebut.

Menjaga Habitat Kunang-Kunang

Upaya melindungi kunang-kunang dapat dimulai dari lingkungan rumah dengan menciptakan habitat ramah. Membiarkan serasah daun, menanam tumbuhan lokal, dan menjaga kelembapan tanah membantu larva berkembang secara alami.

Selain itu, mengurangi penggunaan lampu luar ruangan dan menghentikan pestisida sangat disarankan. Kesadaran wisatawan untuk tidak mengganggu habitat alami juga berdampak besar dalam menjaga keberlanjutan cahaya alami serangga ini.

Baca juga: Menilik Wisata Konservasi Garut untuk Liburan Bernuansa Edukasi

Penurunan populasi kunang-kunang menjadi peringatan tentang rapuhnya keseimbangan alam akibat ulah manusia. Jadi Warginet, menjaga lingkungan sekitar berarti ikut memastikan generasi mendatang masih bisa menikmati keajaiban cahaya kecil di malam hari.

ADVERTISEMENT

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT