Menteri PANRB Nilai WFH ASN Pekan Pertama Berjalan Lancar dan Menggembirakan
Menteri PANRB menyebut pelaksanaan WFH ASN pekan pertama berjalan lancar dan kondusif, meski pemerintah masih mencatat sejumlah hal yang perlu diperbaiki.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini memaparkan hasil evaluasi kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) pada pekan pertama. Pelaksanaan dinilai berjalan lancar serta menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Baca juga: WFH bagi ASN Bukan Libur, Pegawai Wajib Respons Cepat Maksimal 5 Menit
Pelaksanaan WFH ASN Dinilai Kondusif
Rini Widyantini, menyampaikan bahwa implementasi kebijakan WFH di instansi pemerintah pusat berjalan kondusif dan tetap mampu menjaga kinerja organisasi. Hasil evaluasi awal ini dinilai cukup menggembirakan meskipun belum disertai data yang rinci.
Ia juga menilai pengalaman selama pandemi Covid-19 sebagai bekal penting bagi instansi dalam beradaptasi dengan pola kerja baru. ASN dinilai mampu menyesuaikan diri dengan sistem kerja berbasis target yang berorientasi pada output dan outcome.
“Sejauh ini catatan kami menunjukkan gambaran yang cukup menggembirakan. Implementasi di instansi pemerintah pusat berjalan kondusif dan mampu mempertahankan kinerja. Hal ini juga merupakan bagian dari pengalaman yang telah kita lakukan sepanjang pandemi Covid-19 yang lalu,” ujar Rini, selaku Menteri PANRB.
Infrastruktur Digital Masih Jadi Catatan
Di sisi lain, pemerintah masih mencatat sejumlah hal yang perlu diperbaiki, terutama terkait kesiapan infrastruktur digital yang belum merata di setiap instansi. Selain itu, penyesuaian pembagian tugas antara pekerjaan fleksibel dan tatap muka masih terus dilakukan.
Rini menegaskan bahwa kebijakan WFH bukan bentuk pengurangan jam kerja, melainkan bagian dari transformasi sistem kerja agar lebih efisien, adaptif, dan responsif. Pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama serta dipastikan berjalan normal di berbagai instansi.
“Ini bukan pengurangan jam kerja, melainkan bentuk transformasi cara kerja agar lebih cerdas, efisien, adaptif, dan responsif. Target kinerja ASN tidak berubah, yang berubah adalah bagaimana mereka bekerja,”pungkasnya.
Baca juga: 10 April Jadi Hari Work From Home Sedunia, Ini Dia Sejarah dan Perkembangannya
Pemerintah memastikan evaluasi kebijakan WFH ASN akan dilakukan secara berkala setiap dua bulan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar perbaikan agar transformasi kerja di lingkungan birokrasi dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Sumber: CNBC Indonesia
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.