Penelitian BRIN Ungkap Mikroplastik Telah Menjangkau Laut Dalam Indonesia
Penelitian BRIN menemukan mikroplastik hingga kedalaman 2.450 meter di laut Indonesia dan sebagian besar berasal dari serat tekstil sintetis.
Penelitian terbaru mengungkap keberadaan mikroplastik hingga kedalaman laut Indonesia yang mencapai lebih dari dua kilometer di bawah permukaan. Temuan ini menjadi perhatian karena partikel plastik berukuran sangat kecil tersebut berpotensi masuk ke rantai makanan laut hingga akhirnya dikonsumsi oleh manusia.
Baca juga: Ancaman Mikroplastik di Tulang Manusia, Begini Kata Peneliti
Mikroplastik di Laut Dalam
Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendapati mikroplastik di jalur utama Arus Lintas Indonesia atau Indonesian Throughflow (ITF). Sistem arus laut ini menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia melalui beberapa selat penting seperti Selat Makassar, Selat Alas, dan Selat Lombok.
Dalam penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal ilmiah Marine Pollution Bulletin, tim peneliti menganalisis 92 sampel air laut dari berbagai kedalaman, mulai dari lima meter hingga sekitar 2.450 meter. Dari ratusan liter air laut yang diperiksa, ditemukan ratusan partikel mikroplastik yang tersebar di seluruh stasiun pengamatan.
Sumber Mikroplastik
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mikroplastik yang ditemukan di laut Indonesia memiliki beberapa sumber utama. Adapun, sumber utama tersebut di antaranya:
-
Lebih dari 90 persen berbentuk serat atau fiber yang umumnya berasal dari tekstil sintetis.
-
Serat plastik dapat terlepas dari pakaian saat proses pencucian dan masuk ke sistem perairan.
-
Beberapa jenis polimer yang ditemukan antara lain polyester, polypropylene, dan polyurethane.
-
Partikel mikroplastik juga ditemukan dalam tubuh zooplankton kecil seperti kopepoda yang menjadi makanan bagi ikan.
-
Keberadaan mikroplastik ini berpotensi masuk ke rantai makanan laut hingga akhirnya dikonsumsi manusia.
Baca juga: Mikroplastik Mengintai Tubuh, Ini Cara Mengurangi Dampaknya
Temuan mikroplastik hingga kedalaman lebih dari dua kilometer membuktikan bahwa pencemaran plastik tidak hanya terjadi di wilayah pesisir, tetapi juga telah menjangkau ekosistem laut dalam. Maka dari itu, penelitian lanjutan dan pengelolaan sampah plastik sebagai langkah penting dalam menjaga kelestarian ekosistem laut Indonesia.
Sumber: Kompas
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.