Mikroplastik Mengintai Tubuh, Ini Cara Mengurangi Dampaknya
Mikroplastik menyusup ke tubuh melalui makanan, minuman, dan udara, sehingga penting mengenali risiko mikroplastik serta upaya mengendalikan paparannya.
Mikroplastik saat ini menjadi ancaman nyata yang sulit dipisahkan dari kehidupan manusia modern. Partikel yang berukuran sangat kecil ini telah ditemukan dalam air minum, makanan, hingga udara yang dihirup setiap harinya tanpa kita disadari.
Baca juga: Paparan Plastik Sehari-hari dan Dampaknya bagi Kesehatan Tubuh
Jalur Mikroplastik ke Tubuh
Mikroplastik dapat masuk ke dalam tubuh manusia lewat berbagai jalur, terutama dari makanan laut, hasil pertanian, serta proses pengolahan dan pengemasan makanan yang memakai bahan plastik. Melansir dari tirto.id, partikel plastik juga dapat terserap oleh tanaman seperti selada, wortel, dan apel melalui sistem perakaran sebelum akhirnya dikonsumsi manusia.
Selain itu, mikroplastik dapat luruh dari botol air minum, wadah makanan, hingga kantong teh celup yang diseduh menggunakan air panas bersuhu tinggi. Paparan tersebut mengakibatkan respons tubuh berupa peradangan kronis dan stres oksidatif karena partikel ini dianggap sebagai zat asing yang sulit untuk dihancurkan.
Tak hanya bentuk fisiknya, mikroplastik juga membawa zat kimia tambahan seperti bisphenol A (BPA) dan phthalates yang dikenal sebagai pengganggu hormon. Sejumlah studi bahkan mengaitkan akumulasi mikroplastik dengan peningkatan risiko gangguan kognitif dan juga penyakit degeneratif.
Cara Kurangi Mikroplastik
Mengurangi paparan mikroplastik dapat dimulai dari sumber utamanya, yakni air minum yang dikonsumsi setiap hari. Sistem filtrasi Reverse Osmosis (RO) disebut mampu menyaring partikel hingga skala sangat kecil karena memiliki membran berpori rapat yang dapat memblokir mikroplastik secara mekanis.
Langkah selanjutnya yaitu menghindari memanaskan makanan dalam wadah plastik serta menggantinya dengan bahan kaca atau baja tahan karat yang lebih stabil. Penggunaan talenan plastik juga perlu dibatasi karena gesekan pisau dapat melepaskan fragmen mikroplastik ke dalam makanan.
Asupan serat dari buah, sayur, dan biji-bijian memiliki peran penting dalam membantu tubuh mengeluarkan partikel asing melalui sistem pencernaan. Selain itu, menjaga hidrasi, memperkuat fungsi hati dan ginjal, serta rutin berolahraga bisa membantu tubuh meminimalkan dampak kimia yang disebabkan oleh mikroplastik.
Baca juga: Ancaman Mikroplastik di Tulang Manusia, Begini Kata Peneliti
Jadi Warginet, meski mikroplastik telah menjadi bagian dari kehidupan modern, bukan berarti kita tidak bisa mengurangi risikonya melalui kebiasaan yang lebih bijak. Dengan langkah sederhana dan konsisten, paparan mikroplastik dapat ditekan demi menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.