Beranda Ramai Isu Pemilu 2024 Ditunda, KPU: Kami Anggap Hanya Wacana Politik

Ramai Isu Pemilu 2024 Ditunda, KPU: Kami Anggap Hanya Wacana Politik

3 tahun yang lalu - waktu baca 2 menit
Di tengah ramainya isu Perang Dunia III setelah adanya invasi Rusia ke Ukraina, serta naiknya harga beberapa kebutuhan pokok, belakangan ini isu penundaan Pemilu 2024 menjadi sorotan publik.

Isu tersebut mencuat ke permukaan publik setelah beberapa pihak mengusulkan penundaan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Mengutip dari Kompas.com, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi menilai usulan penundaan pelaksanaan Pemilu 2024 hanya sebagai wacana politik.

"Jadi kalau ada suara-suara di luar itu, ya kami anggap hanya sebagai wacana politik. Tidak berdampak apapun pada jadwal pemilu yang sudah diputuskan," ujar Pramono, Senin (28/2/2022).

Pihaknya menegaskan, Pemilu akan tetap berlanjut sesuai jadwal yang telah ditetapkan yakni 14 Februari 2024. Hal itu berdasarkan keputusan bersama antara KPU, pemerintah dan DPR RI yang telah menetapkan hari pemungutan suara.

"KPU berpegang pada keputusan politik bersama yang sudah diambil antara KPU-Pemerintah-DPR, bahwa hari H Pemilu jatuh pada 14 Februari 2024," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Garut Rudy Gunawan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan menyukseskan Pemilu yang akan digelar pada tahun 2024 mendatang.

"Ayo kita sukseskan Pileg dan Pilpres hari Rabu tanggal 14 Februari 2024, kita akan sebarkan, kita akan sosialisasi ke 421 desa, 21 kelurahan, 42 kecamatan Kabupaten Garut sukses pemilu 2024," ucapnya saat menerima kunjungan kerja KPU Garut terkait sosialisasi Pemilu 2024, Rabu (2/3/2022).

Ketua KPU Kabupaten Garut Junaidin Basri berharap, melalui sosialisasi ini masyarakat dapat segera mengetahui terkait informasi Pemilu 2024, sehingga di hari pencoblosan nanti dapat menggunakan hak pilih sesuai kehendak masing-masing.

"Lindungi hak pilih mereka supaya mereka tidak apa ya mereka menjadi lebih mandiri ya lebih merdeka dalam menetapkan pilihannya," katanya.

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.