Senjakala “Foto Lux Garoet", Studio Foto Fenomenal pada Zaman Kolonial

Senjakala “Foto Lux Garoet", Studio Foto Fenomenal pada Zaman Kolonial
Jika kita kembali ke masa lalu, dahulu di Garut ada salah satu studio foto kenamaan yang terkenal seantreo Hindia Belanda bernama Foto Lux Garoet. Studio yang terletak di Societeitstraat 15 (sekarang Jalan Ahmad Yani) ini, didirikan oleh seorang fotografer profesional bernama Thilly Weissenborn.

Thilly Weissenborn adalah seorang fotografer wanita berdarah Jerman-Belanda yang  bekerja di era kelahiran Indonesia. Karya-karyanya yang lahir dengan nuansa liris, mampu memberi ruh pada setiap lanskap keindahan alam Garut yang indah. 

Perjalanan karir Thilly bermula dari pekerjaannya di sebuah studio foto Atelier Kurkdjian. Di sana, Thilly bekerja di bawah pengawasan fotografer Inggris yang berbakat bernama G.P. Lewis. Atelier Kurkdjian. Pada tahun 1917, Thilly pindah dan menetap di Garut dan dipercaya untuk mengelola G.A.H. Foto Atelier Lux milik pendiri N.V. Garoetsche Apotheek en Handelsonderneming. Pada tahun 1920, Dr. Denis G. Mulder pindah ke Bandung dan Thilly secara resmi mengambil alih Foto Atelier Lux dan mengganti namanya menjadi "Foto Lux Garoet".

Tidak seperti konsep studio foto modern saat ini, Studio Foto Lux Garoet dulunya digunakan oleh Thilly sebagai ruang arsip pariwisata Garut dengan koleksi foto hasil bidikannya. Pada masa itu, semua foto dicetak menggunakan proses gelatin perak dengan sinar alami. Hasil foto yang telah dicetak kemudian dipamerkan dan di atas foto-foto itu terdapat tanda Foto Lux, Garut.



Selama lebih dari 20 tahun Thilly tinggal di Garut, Thilly berhasil menarik perhatian turis mancanegara dengan hasil-hasil foto landskap serta human interest tentang Garut. Salah satu fotonya yang paling fenomenal adalah suasana Pameungpeuk yang diabadikan dalam buku Vastgelegd voor Later. Indische Foto’s (1917-1942) van Thilly Weissenborn. 

Namun, tepat pada saat Perang Dunia II tentara ke 16 Jepang mendarat di Jawa Barat. Thilly diinternir di tawanan perang Jepang Kamp. Karees Bandung. Lautan api porak porandakan Garut pada saat itu. Setelah Revolusi Nasional Indonesia, Foto Lux Garoet diratakan, hilang ditelan ingatan. 


Baca lainnya

0 Komentar :

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.