Super El Niño Diprediksi Menguat, Apa Dampaknya bagi Bumi Kita?
Super El Niño diperkirakan menguat pada 2026 dan berpotensi memicu cuaca ekstrem, kekeringan, serta meningkatkan suhu global di berbagai wilayah dunia.
Fenomena Super El Niño diperkirakan menjadi perhatian utama para ahli meteorologi pada tahun 2026. Kondisi yang berpotensi menjadi El Niño terkuat dalam lebih dari satu dekade ini dapat membawa dampak besar terhadap cuaca dan suhu Bumi.
Baca juga: Apa Jadinya Jika Hutan Terus Dirusak? Ini Dia Dampaknya!
Super El Niño dan Tandanya
Super El Niño merupakan bagian dari pola iklim alami yang telah memengaruhi Bumi selama ratusan juta tahun. Fenomena yang muncul setiap dua hingga tujuh tahun ini biasanya berlangsung selama sembilan hingga dua belas bulan dan berawal dari perubahan kondisi di Samudra Pasifik tropis.
Angin yang umumnya bertiup dari timur ke barat dapat melemah sehingga air laut yang lebih hangat bergerak ke arah timur. Pergeseran tersebut membuat pusat badai berpindah dari kawasan sekitar Indonesia menuju wilayah yang lebih dekat dengan Ekuador dan Peru serta memengaruhi sirkulasi atmosfer global.
Perkembangan El Niño dipantau melalui satelit dan pelampung penelitian yang mampu mengukur suhu laut hingga kedalaman lebih dari 300 meter. Air hangat dari bawah permukaan secara bertahap naik selama beberapa bulan dan menjadi salah satu penanda yang menunjukkan peluang terbentuknya El Niño yang lebih kuat.
Para peramal cuaca menggunakan istilah Super El Niño untuk menggambarkan fase El Niño dengan intensitas yang sangat tinggi, meski istilah tersebut tidak termasuk kategori ilmiah resmi. Kondisi ini ditandai dengan kenaikan suhu Samudra Pasifik sedikitnya dua derajat Celcius di atas kondisi normal dan terakhir terjadi sekitar satu dekade lalu, dengan kekuatan yang sebanding dengan peristiwa besar pada awal 1980-an dan akhir 1990-an.
Dampak Super El Niño
Dampak Super El Niño dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan dan lingkungan. Selain memengaruhi pola badai serta memicu kekeringan di sejumlah wilayah, fenomena ini juga dapat memengaruhi populasi satwa liar hingga menyebabkan perubahan kecil pada kecepatan rotasi Bumi.
Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), peristiwa Super El Niño pada 2015 hingga 2016 berkaitan dengan musim badai yang memecahkan rekor di Pasifik Utara bagian tengah. Dampak lainnya meliputi kekurangan air di Puerto Rico serta kekeringan yang melanda Ethiopia.
Perairan yang lebih hangat pada akhirnya juga meningkatkan suhu udara secara global. Dalam sejumlah peristiwa sebelumnya, tahun-tahun El Niño termasuk periode dengan suhu permukaan Bumi terpanas yang pernah tercatat pada masanya.
Pengaruh Super El Niño juga tercermin pada keseimbangan ekosistem laut. Populasi penguin di Kepulauan Galápagos pernah mengalami penurunan setelah peristiwa El Niño besar pada dekade 1980-an dan 1990-an karena berkurangnya kandungan makronutrien di laut yang berdampak pada menurunnya jumlah ikan sebagai sumber makanan utama mereka.
Baca juga: Mengapa Gurun Bisa Terbentuk di Dekat Lautan? Ini Penjelasannya
Nah Warginet, Super El Niño menjadi salah satu fenomena iklim yang terus dipantau para ilmuwan karena dampaknya dapat memengaruhi cuaca, lingkungan, hingga kehidupan manusia dan satwa liar di berbagai belahan dunia.
Sumber: National Geographic Indonesia
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.