Surakarta Nomor 1, Ini Dia Daftar 10 Kota Termaju di Indonesia: di Mana Saja?
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali meluncurkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025. IDSD menjadi langkah strategis yang diharapkan bisa memperkuat peran daerah sebagai pengungkit daya nasional yang produktif dan inklusif. Hal ini sejalan dengan tema pembangunan nasional 2026.
Namun, berbeda dengan indeks lainnya, BRIN tidak menyajikan data IDSD dalam bentuk pemeringkatan dari skor tertinggi ke terendah. Tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi riil daya saing daerah.
Ada empat instrumen utama yang dianalisis dan kemudian dipecah lagi menjadi 12 pilar. Pilar-pilar inilah yang kemudian digunakan untuk menentukan IDSD dan kemajuan tiap daerah di Indonesia.
Baca Juga: Daftar 10 Kabupaten Termaju di Jawa Barat, Garut Termasuk?
Kira-kira, kota mana saja yang dianggap paling maju berdasarkan data IDSD 2025 BRIN kali ini?
Daftar 10 Kota Termaju di Indonesia
Di bawah ini adalah daftar 10 kota termaju di Indonesia berdasarkan IDSD 2025 yang sudah dirangkum oleh infogarut:
1. Kota Surakarta (Skor 4,43)
Surakarta menempati posisi teratas berkat kemajuan infrastruktur perkotaan, kemudahan konektivitas regional, dan kualitas tata kelola pemerintahan daerah. Pelayanan publiknya relatif rapi, dukungan terhadap UMKM, dan ekosistem ekonomi lokal yang hidup turut membuat ekonomi dan kelembagaan Surakarta unggul.
2. Kota Yogyakarta (Skor 4,42)
Yogyakarta dikenal sebagai kota pendidikan dan pariwisata. Kota ini memang unggul dalam sumber daya manusia dan inovasi. Di sisi lain, sistem pemerintahan yang baik juga membuat Yogyakarta terus tumbuh menjadi kawasan berdaya saing tinggi.
3. Kota Semarang (Skor 4,37)
Sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah, Semarang unggul pada infrastruktur dan perekonomian. Konektivitas logistik, perbaikan kawasan permukiman, serta penguatan kawasan industri menopang daya saing kota ini.
4. Kota Banjarmasin (Skor 4,35)
Banjarmasin adalah salah satu pusat perdagangan dan jasa di Kalimantan Selatan. Aktivitas ekonominya cenderung stabil. Selain itu, konektivitas antarwilayah dan penguatan infrastruktur perkotaan membuat kota ini relatif kuat.
5. Kota Bandung (Skor 4,34)
Bandung dikenal dengan ekosistem kreatif, teknologi, dan kewirausahaan. Pilar inovasi, sumber daya manusia, serta ekonomi kreatif menjadi penopang utama skor tinggi kota ini. Keberadaan komunitas kreatif, startup, serta institusi pendidikan terbaik di Tanah Air memperkuat daya saing jangka panjang Bandung.
6. Kota Samarinda (Skor 4,32)
Samarinda cukup maju di bidang infrastruktur dan perekonomian. Kota ini juga menjadi pusat perdagangan di Kalimantan Timur. Pembangunan jalan, konektivitas regional, dan peran kota sebagai simpul distribusi barang dan jasa membuat daya saing ekonominya meningkat. Penguatan tata kelola daerah turut berkontribusi pada stabilitas pembangunan.
7. Kota Medan (Skor 4,32)
Sebagai kota terbesar di Sumatra, Medan unggul pada ekonomi. Di sisi lain, Medan juga menjadi poros perdagangan, dan konektivitas regional. Aktivitas bisnis yang tinggi, peran sebagai gerbang perdagangan internasional wilayah barat Indonesia, serta infrastruktur perkotaan yang relatif lengkap membuat kota ini mampu bersaing di tingkat nasional dengan baik.
8. Kota Magelang (Skor 4,29)
Salah satu kota terkecil di Indonesia ini memiliki tata kelola pemerintahan yang efisien. Tak hanya itu, kualitas pelayanan publik serta stabilitas sosialnya juga unggul. Skala kota yang lebih kecil membuat pengelolaan lingkungan dan layanan dasar relatif lebih terkendali, sehingga banyak pilar IDSD dapat tumbuh seimbang.
Baca Juga: Ngabuburit Asyik di Pusat Kota Garut, Ini 4 Spot Favorit Selama Ramadan
9. Kota Tangerang Selatan (Skor 4,29)
Sebagai kota penyangga metropolitan, Tangerang Selatan unggul dalam pilar infrastruktur, konektivitas, dan ekonomi berbasis jasa. Kedekatannya dengan Jakarta mendorong pertumbuhan kawasan hunian, pendidikan, dan pusat bisnis.
10. Kota Mataram (Skor 4,26)
Mataram merupakan pusat pemerintahan dan ekonomi di NTB. Pilar kelembagaan dan pelayanan publik menjadi salah satu kekuatan utamanya, ditopang oleh fungsi kota sebagai pusat administrasi dan jasa. Stabilitas sosial serta peran sektor pariwisata ikut mendorong daya saing ekonomi daerah.
Sebagai informasi, kota-kota administratif seperti Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan tidak dihitung per wilayahnya, tetapi dihitung dalam satu kesatuan utuh sebagai Provinsi DKI Jakarta. Menariknya, DKI Jakarta sendiri berhasil meraih indeks daya saing daerah kategori provinsi tertinggi nasional dengan skor 4,16.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.