Beranda Syakur - Putri Unggul di Uji Elektabilitas Versi Indikator Politik Indonesia

Syakur - Putri Unggul di Uji Elektabilitas Versi Indikator Politik Indonesia

5 bulan yang lalu - waktu baca 2 menit

Indikator Politik Indonesia adalah lembaga survei yang beralamatkan di Jalan Cisadane, No. 8, Menteng, Jakarta Pusat. Dalam laporannya Indikator Politik Indonesia menyebutkan bahwa survei yang dilakukan pada 21 - 26 Oktober 2024 ini untuk mengetahui peta dukungan politik elektoral.

Survei ini melibatkan 1500 sampel dengan kriteria usia lebih dari 17 tahun. Sampel ini dieproleh dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 2.6 persen, tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel ini berasal dari 42 kecamata yang ada di Garut yang sudah terdistribusi secara proporsional.

Metode survei ini menggunakan wawancara tatap muka yang langsung didamping oleh pewawancara yang terlatih. Dalam proses wawancara terdapat dua simulasi. Simulasi pertama menggunakan nama calon bupati dan simulasi kedua dengan menggunakan pasangan calon.

Simulasi 1 Nama Calon . Seperti namanya, para pewawancara akan melakukan simulasi di mana pewawancara memberikan alat peraga di mana ada nama Helmi Budiman dan Syakur Amin. Sample akan memilih nama tersebut sesuai dengan pilihannya, hasilnya seperti berikut :

  • Abdusy Syakur Amin (49,2 persen)

  • Helmi Budiman (43,5 persen)

  • Tidak tahu / rahasia (7,4 persen)

Simulasi 2 Pasangan Calon. Pewawancara akan melakukan simulasi di mana mereka akan memberikan alat peraga di mana ada nama Helmi Budiman - Yudi Nugraha dan Abdusy Syakur Amin dan Luthfianisa Putri Karlina, hasilnya seperti berikut :

  • Helmi Budiman - Yudi Nugraha (43,3 persen)

  • Abdusy Syakur Amin - Putri Karlina (51,9 persen)

  • Tidak tahu / rahasia (4,9 persen)

 

Berdasarkan simulasi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pasangan Syakur - Putri unggul di kedua simulasi. Bahkan di simulasi kedua elektabilitas paslon Abdusy Syakur - Putri Karlina berada di angka diatas 50 persen.

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.