Beranda Tewas dalam Serangan Israel-AS, Begini Sosok Ayatollah Ali Khamenei
ADVERTISEMENT

Tewas dalam Serangan Israel-AS, Begini Sosok Ayatollah Ali Khamenei

5 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Tewas dalam Serangan Israel-AS, Begini Sosok Ayatollah Ali Khamenei, Source: Khamenei.ir

Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari 2026, mengakhiri lebih dari tiga dekade kepemimpinannya di Iran.

Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas setelah serangan udara gabungan Israel dan Amerika Serikat menghajar kompleks kediamannya pada Sabtu, (28/2/2026). Media pemerintah Iran mengonfirmasi kabar tersebut di tengah meningkatnya ketegangan militer hingga tekanan politik di kawasan Timur Tengah.

Baca juga: Daftar Merek Kurma Israel yang Jadi Sorotan Selama Ramadan 2026

Perjalanan Menuju Puncak

Ayatollah Ali Khamenei lahir di Mashhad pada 19 April 1939 yang tumbuh dalam keluarga religius dan taat. Ia menempuh pendidikan teologi di Najaf dan Qom serta terlibat aktif dalam gerakan yang menumbangkan dinasti Pahlavi pada Revolusi Islam tahun 1979.

Karier politiknya berkembang cepat setelah revolusi dengan menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk presiden pada tahun 1981. Pada 1989, setelah wafatnya Ruhollah Khomeini, ia dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi melalui proses konstitusional yang memperluas kewenangannya.

Strategi dan Kebijakan Keras

Di bawah kepemimpinan Ayatollah Ali Khamenei, Iran memperkuat Korps Garda Revolusi Islam sebagai pilar militer serta politik utama negara. Ia membangun jaringan sekutu regionalnya di Timur Tengah sebagai bagian dari strategi pertahanan yang dikenal menjadi poros perlawanan.

Kebijakan tersebut memicu ketegangan dengan Barat terutama terkait program nuklir serta sanksi ekonomi internasional. Setelah Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir pada tahun 2015, pendekatan secara agresif kembali menguat di bawah arahannya.

Tekanan dan Akhir Kepemimpinan

Dalam beberapa tahun terakhir, Ayatollah Ali Khamenei menghadapi tekanan berat karena adanya konflik eksternal dan gelombang protes domestik. Demonstrasi besar sejak tahun 2019 hingga 2022 menandakan meningkatnya ketidakpuasan dari publik terhadap situasi ekonomi dan kebijakan pemerintah.

Serangan militer pada akhir bulan Februari 2026 menjadi penutup masa kepemimpinannya yang berlangsung lebih dari tiga dekade. Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei sebagai babak baru dalam dinamika politik Iran serta hubungan internasional di kawasan.

Baca juga: Ada Apa dengan Amerika Serikat dan Venezuela?

Jadi Warginet, kepergian Ayatollah Ali Khamenei merupakan momen penting yang berpotensi mengubah arah politik Iran di tengah ketegangan global. Perkembangan situasi pasca wafatnya Ayatollah Ali Khamenei diprediksi masih akan terus menjadi perhatian dunia.

ADVERTISEMENT

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.