Wabup Helmi Ajak Masyarakat Garut Pertahankan Budaya "Magrib Mengaji"

Wabup Helmi Ajak Masyarakat Garut Pertahankan Budaya "Magrib Mengaji"

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan agama untuk terus mempertahankan budaya Magrib Mengaji dalam rangka meningkatkan pemahaman nilai-nilai agama.

"Tiap tahun terus kita konsolidasi, kita evaluasi bagaimana kebiasaan mengaji agar bertahan bahkan meningkat," ujarnya saat acara Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Kabupaten Garut di Komplek Islamic Center Garut, Rabu (28/9/2022).

Helmi mengatakan, kegiatan Tilawatil Quran merupakan bagian dari upaya pemerintah dan masyarakat dalam menjaga budaya membaca Al-Quran.

Adanya kegiatan Magrib Mengaji, dikatakan Helmi, bahwa akan mendorong masyarakat dari setiap rumah untuk senantiasa membaca Al-Quran, mencintai, memahami, dan mengamalkan Al-Quran.

"Ini mudah-mudahan bagian dari upaya kita untuk menjadikan membaca Al-Quran sebagai budaya masyarakat," katanya.

Ia mengungkapkan sejauh ini belum ada penelitian terkait tingkat literasi Al-Quran masyarakat Kabupaten Garut, namun dengan adanya kegiatan "Magrib Mengaji" maupun kegiatan keagamaan lainnya bisa meningkatkan literasi masyarakat terhadap Al-Quran.

"Bagaimana kita meningkatkan literasi Al-Quran, memang kami belum ada penelitian, belum ada data berapa persen, tapi dengan upaya ini kita menginginkan terus meningkat, gitu ya, bagaimana kecintaan masyarakat kepada Al-Quran," kata Wakil Bupati Garut.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut, Cece Hidayat menambahkan literasi Al-Quran di Garut sudah bagus, terbukti dengan banyaknya diniyah, pesantren, hingga taman Al-Quran yang ada di Garut.

Dari jumlah lembaga pendidikan di Garut, Kemenag Garut mencatat ada sebanyak 1.800 diniyah, kemudian 1.400 pesantren, dan 800 taman Al Quran yang tersebar di Kabupaten Garut. Data tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Garut sadar tentang literasi Al-Quran.

"Di beberapa kabupaten kota masih di bawah 500 lah, di kita sudah di atas seribu (lembaga pendidikan agama), artinya kesadaran masyarakat, tokoh-tokoh agama, untuk membikin lembaga pendidikan Al-Quran, itulah bukti bahwa mereka sadar tentang literasi Al-Quran," katanya.

Kegiatan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Kabupaten Garut itu diikuti 206 kafilah dari 31 kecamatan, mereka yang terpilih akan diikutsertakan pada kegiatan STQ tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2023.

Cece menjelaskan, para peserta seleksi itu merupakan utusan dari 31 Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) tingkat kecamatan, dan akan mengikuti beberapa cabang lomba.

Cabang lomba tersebut antara lain seperti tilawah anak-anak dan dewasa, Musabaqah Hifdzil Qur'an (MHQ) 1 juz dan tilawah, MHQ 5 juz dan tilawah, MHQ dan tilawah 10 juz, MHQ 20 juz, MHQ 30 juz, dan tafsir bahasa Arab dan hadits.


Baca lainnya

0 Komentar :

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.