Beranda Warga Desa Sukarame dan Margaluyu di Garut Menanti Kepastian Realisasi Uang Ganti Rugi Proyek Jalan Tol Getaci
ADVERTISEMENT

Warga Desa Sukarame dan Margaluyu di Garut Menanti Kepastian Realisasi Uang Ganti Rugi Proyek Jalan Tol Getaci

4 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Warga Desa Sukarame dan Margaluyu di Garut Menanti Kepastian Realisasi Uang Ganti Rugi Proyek Jalan Tol Getaci (Foto: Istimewa)

GARUT, infogarut.id – Di tengah langkah pemerintah pusat yang terus memacu percepatan pembangunan infratsruktur strategis nasional, sejumlah masyarakat di Kabupaten Garut masih menyuarakan harapan mereka. Khususnya warga di Desa Sukarame dan Desa Margaluyu, Kecamatan Leles, yang hingga kini masih menanti kepastian terkait proses Uang Ganti Rugi (UGR) proyek Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci).

Sebagai jalur bebas hambatan yang digadang-gadang akan meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat, pembangunan Tol Getaci memang menjadi prioritas. Namun, percepatan fisik di lapangan diharapkan tidak mengesampingkan pemenuhan hak-hak masyarakat lokal yang terdampak langsung.

Baca Juga: Bupati Garut Lantik 150 PNS Baru, Tekankan Integritas dan Pelayanan

Menanti Kepastian di Tengah Ketidakpastian

Hendro Sugiarto, salah satu pemilik lahan terdampak, mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat dua desa di wilayah Kabupaten Garut yang belum sepenuhnya menyelesaikan proses UGR. Kondisi ini pun mulai menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

“Kami sebagai warga dan pemilik lahan terdampak tentu mendukung penuh pembangunan tol ini demi kemajuan bersama. Namun, kami juga berharap proses UGR dapat segera diselesaikan secara adil, transparan, dan tepat waktu,” ujar Hendro dalam pernyataannya.

Menurutnya, ketidakpastian yang berlarut-larut ini tidak hanya membebani aspek ekonomi, tetapi juga berdampak pada kondisi sosial dan psikologis warga. Banyak masyarakat yang hingga kini merasa "tergantung" dan belum bisa merencanakan langkah masa depan, baik untuk mencari lokasi tempat tinggal baru (relokasi) maupun menentukan keberlanjutan mata pencaharian mereka.

Harapan Adanya Intervensi Pemerintah Daerah

Warga berharap aspirasi ini sampai ke telinga para pengambil kebijakan. Secara khusus, mereka memohon perhatian dan intervensi aktif dari Pemerintah Kabupaten Garut serta dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Masyarakat menaruh harapan besar agar pemerintah dapat menjembatani komunikasi dengan pihak kementerian terkait agar hambatan administratif atau kendala lainnya di dua desa yang tersisa dapat segera tuntas.

"Percepatan pembangunan harus berjalan seiring dengan penyelesaian hak-hak masyarakat secara berkeadilan. Jangan sampai semangat pembangunan nasional justru meninggalkan persoalan pelik di tingkat lokal," tegasnya.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Rumah di Limbangan Garut, Diduga dari Korek Gas

Komitmen untuk Keadilan

Meskipun masih dalam penantian, warga tetap percaya bahwa pemerintah memiliki komitmen kuat untuk menghadirkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Penyelesaian UGR yang transparan dan sesuai prosedur diharapkan menjadi bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya mengejar target fisik, tetapi juga menjunjung tinggi kesejahteraan rakyat yang terdampak.

Hingga berita ini diturunkan, warga di Desa Sukarame dan Margaluyu masih memantau perkembangan proses administrasi dan berharap ada kabar baik dalam waktu dekat agar mereka dapat melanjutkan kehidupan dengan kepastian yang lebih jelas.

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.