23 April Jadi Momen Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia, Ini Dia Maknanya
Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia diperingati setiap 23 April sebagai bentuk apresiasi terhadap peran buku dalam menghubungkan generasi dan budaya di dunia.
Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia atau World Book Day diperingati setiap 23 April sebagai bentuk penghargaan terhadap peran buku dalam kehidupan manusia. Peringatan ini menunjukkan bagaimana buku menjadi penghubung lintas budaya dan generasi yang masih relevan hingga saat ini
Baca juga: Hari Buku Anak Internasional Diperingati Setiap 2 April, Ini Sejarahnya
Buku sebagai Jendela Dunia
Buku sering diibaratkan sebagai jendela yang membuka pandangan ke dunia lain karena mampu menghadirkan berbagai cerita, budaya, dan gagasan baru. Melansir UNESCO, buku memiliki peran penting dalam menghubungkan generasi sekaligus memperluas wawasan masyarakat secara global.
Peran buku tidak hanya sebagai sumber informasi, melainkan juga dapat membantu seseorang memahami perbedaan dan cara berpikir yang beragam. Dari waktu ke waktu, buku tetap menjadi bagian penting dalam membentuk pola pikir manusia di berbagai belahan dunia.
Kota Dunia yang Dipilih UNESCO
UNESCO setiap tahun menetapkan kota tertentu sebagai World Book Capital untuk mempromosikan budaya membaca di masyarakat luas. Program ini melibatkan berbagai pihak seperti penerbit, penjual buku, hingga perpustakaan untuk mendorong literasi.
Sejak dimulai pada 2001 di Madrid hingga Rabat pada 2026, program ini terus berkembang secara global. Kota terpilih didorong untuk menghadirkan berbagai kegiatan literasi yang menjangkau semua kalangan masyarakat.
Baca juga: Buku-buku 100 Tahun di Venesia yang Terselamatkan dari Banjir
Nah Warginet, Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia adalah pengingat sederhana tentang pentingnya buku dalam kehidupan sehari-hari. Lewat momen ini, kebiasaan membaca bisa terus dijaga agar manfaat buku tetap terasa hingga ke generasi berikutnya.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.