Beranda 28 April Jadi Hari Puisi Nasional, Ini Makna dan Kisah Pencetusnya di Indonesia
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

28 April Jadi Hari Puisi Nasional, Ini Makna dan Kisah Pencetusnya di Indonesia

3 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
28 April Jadi Hari Puisi Nasional, Ini Makna dan Kisah Pencetusnya di Indonesia, Source: Istimewa

Setiap 28 April, Hari Puisi Nasional hadir sebagai pengingat akan makna dan sejarahnya, termasuk tokoh-tokoh yang berperan di balik peringatannya di Indonesia.

Hari Puisi Nasional diperingati setiap 28 April sebagai bentuk penghargaan terhadap karya sastra yang memiliki peran penting dalam budaya Indonesia. Peringatan ini juga menjadi ruang refleksi untuk melihat bagaimana puisi ikut membentuk identitas dan semangat kebangsaan.

Baca juga: 23 April Jadi Momen Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia, Ini Dia Maknanya

Makna Hari Puisi Nasional

Makna Hari Puisi Nasional berkaitan erat dengan peran puisi dalam perjalanan budaya dan sejarah bangsa Indonesia. Puisi tidak hanya hadir sebagai karya sastra, tetapi juga menjadi media yang merekam semangat zaman dan suara masyarakat.

Sejak awal, puisi telah menjadi alat untuk menumbuhkan kesadaran nasional yang kuat di tengah masyarakat. Hal ini terlihat dari karya-karya awal yang masih bernuansa kedaerahan seperti tulisan Muhammad Yamin yang memuja daerah asalnya.

Perkembangan kemudian mengarah pada semangat kebangsaan yang lebih luas dengan penggunaan bahasa Indonesia oleh tokoh seperti Rustam Effendi, Amir Hamzah, dan Sanusi Pane. Puncaknya terlihat pada karya Chairil Anwar seperti “Aku” dan “Karawang-Bekasi” yang menandai lahirnya puisi modern Indonesia.

Sejarah dan Pencetusnya

Gagasan Hari Puisi Nasional muncul setelah para penyair Indonesia mengikuti Festival Penyair Asia Pasifik di Vietnam yang memberikan ruang besar bagi puisi. Pengalaman tersebut mendorong keinginan menghadirkan perayaan serupa di Indonesia.

Ide ini kemudian dirumuskan oleh Rida K Liamsi, Agus R Sarjono, Ahmadun Yosi Herfanda, Asrizal Nur, dan Maman S Mahayana saat bertemu di Korea Selatan. Awalnya, tanggal lahir Chairil Anwar pada 26 Juli sempat diusulkan sebagai hari puisi.

Deklarasi Hari Puisi Indonesia akhirnya dilakukan di Pekanbaru, Riau, pada 22 November 2012 dalam pertemuan penyair nasional. Kini, peringatan ini berkembang menjadi gerakan budaya yang dirayakan komunitas sastra di berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Hari Buku Anak Internasional Diperingati Setiap 2 April, Ini Sejarahnya

Nah Warginet, Hari Puisi Nasional tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi juga pengingat bahwa puisi adalah bagian penting dari perjalanan bangsa. Lewat puisi, nilai perjuangan, harapan, dan identitas budaya terus hidup dan diwariskan.

 

Sumber: Berita Satu

ADVERTISEMENT

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT