ADVERTISEMENT
Beranda Alun-alun Garut, Ruang Terbuka Ikonik dengan Nilai Sejarah yang Kuat
ADVERTISEMENT

Alun-alun Garut, Ruang Terbuka Ikonik dengan Nilai Sejarah yang Kuat

4 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Alun-alun Garut, Ruang Terbuka Ikonik dengan Nilai Sejarah yang Kuat, Source: Instagram @17rickywarandika

Alun-alun Garut menghadirkan wajah baru yang instagramable tanpa meninggalkan sejarah Babancong sebagai ikon pusat kota.

Alun-alun Garut bukan sekadar ruang terbuka publik, melainkan ikon sejarah yang lekat dengan perjalanan Kabupaten Garut. Setelah ditata ulang, kawasan ini tampil lebih instagramable tanpa menghilangkan nilai filosofis dan sejarah, menjadikannya destinasi wisata murah meriah favorit warga.

Baca juga: Melihat Industri Kulit Garut dari Zaman Kolonial hingga Saat Ini

Sejarah Awal Kawasan Alun-alun Garut

Sejarah Alun-alun Garut bermula pada tahun 1813, seiring penentuan lokasi baru ibu kota Kabupaten Limbangan pada masa pemerintahan Rd. Adipati Arya Adiwijaya. Pemilihan lokasi ini melalui proses panjang sebelum akhirnya ditetapkan di kawasan yang sekarang menjadi pusat kota Garut.

Penentuan lokasi Alun-alun Garut mempertimbangkan kedekatan dengan sumber air, salah satunya Sungai Cimanuk serta aliran sungai kecil di sekitar Jalan Siliwangi. Faktor geografis ini diyakini mendukung keberlangsungan pemukiman dan pusat pemerintahan pada masa itu.

Tata Letak dan Babancong yang Sarat Makna

Tata letak Alun-alun Garut mengikuti konsep perencanaan kota peninggalan masa kolonial, yakni berdekatan dengan Pendopo Kabupaten, Masjid Agung, dan bangunan penjara. Susunan ini merepresentasikan keseimbangan antara pemerintahan, agama, dan hukum dalam kehidupan masyarakat.

Salah satu elemen penting adalah Babancong, bangunan bersejarah yang berfungsi sebagai podium pidato bagi para pejabat. Babancong Alun-alun Garut bahkan pernah menjadi saksi orasi dari Presiden Soekarno, serta digunakan untuk menyaksikan pertunjukan pada zaman dulu.

Wajah Baru Alun-alun Garut yang Instagramable

Sekarang wajah baru Alun-alun Garut  lebih ramah keluarga dan mengikuti tren wisata kekinian. Hadirnya amphitheater yang menghadap langsung ke Masjid Agung, taman bermain anak, hingga area duduk yang nyaman membuat kawasan ini cocok sebagai ruang rekreasi seluruh kalangan usia.

Disamping itu, kawasan Alun-alun Garut juga terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti jalur jogging, area kuliner, hingga akses Bus Wisata Sonagar. Dengan hadirnya fasilitas tersebut semakin menguatkan posisinya sebagai pusat wisata dan ruang publik kebanggaan bagi warga Garut.

Baca juga: Mengulas Pasar Ceplak Garut sebagai Wisata Kuliner Malam Paling Legendaris

Nah Warginet, itulah gambaran Alun-alun Garut sebagai ruang publik yang menyatukan sejarah dan wajah modern kota. Saat kembali dibuka, kawasan ini layak menjadi destinasi utama wisata keluarga. Jangan lupa masukkan Alun-alun Garut dalam daftar kunjunganmu berikutnya.

ADVERTISEMENT

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT