Melihat Industri Kulit Garut dari Zaman Kolonial hingga Saat Ini
Industri kulit Garut telah berkembang sejak era kolonial Belanda hingga sekarang, serta sebagai identitas budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Industri kulit menjadi salah satu sektor unggulan yang telah mengakar kuat dalam sejarah dan kehidupan masyarakat setempat di Garut. Berawal dari kerajinan sederhana pada era kolonial, industri ini terus berkembang hingga sekarang dan menjelma sebagai identitas budaya serta penggerak ekonomi daerah.
Baca juga: Garut Masuk Jajaran Sebaran UMKM Fashion Terbanyak di Jawa Barat
Awal Industri Kulit Garut
Industri kulit Garut mulai berkembang sejak masa penjajahan Belanda, ketika para pengrajin lokal memproduksi insole sandal tarumpah untuk kebutuhan sehari-hari. Produk sederhana tersebut menjadi titik awal tumbuhnya keterampilan dalam mengolah kulit di tengah masyarakat Garut.
Seiring berjalannya waktu, para pengrajin mulai memperluas jenis produk kulit yang dihasilkan. Pelana kuda, jok sepeda, hingga bedug berbahan kulit asli diproduksi secara tradisional dengan mengandalkan tenaga manusia serta teknik yang turun-temurun.
Inovasi dan Perkembangan Pesat
Perkembangan industri kulit Garut mengalami lonjakan yang signifikan pada era 1980-an, setelah hadirnya produk sepatu dan jaket kulit. Produk ini mendapatkan sambutan luas karena dinilai lebih elegan, fungsional, dan memiliki nilai jual tinggi di pasar.
Melansir dari garutkulit.id, inovasi semakin berkembang setelah pengrajin menggunakan kulit domba sebagai bahan utamanya. Teksturnya yang lembut menjadikan jaket kulit Garut dikenal sebagai produk khas dengan citra mewah dan berkualitas.
Warisan Budaya Sukaregang
Industri kulit Garut, terutama di kawasan Sukaregang, memiliki sejarah panjang yang diwariskan dari lintas generasi. Kerajinan tersebut berkembang sejak awal abad ke-20, dengan dikelola oleh tokoh-tokoh lokal setelah masa kemerdekaan Indonesia.
Dikutip dari garutkab.go.id, kerajinan kulit Sukaregang resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Jawa Barat pada tahun 2025. Keputusan tersebut menegaskan peran industri kulit Garut sebagai identitas budaya sekaligus tonggak ekonomi kreatif daerah.
Baca juga: Sentra Fashion Kulit Garut, Piazza Firenze Resmi Dibuka!
Nah Warginet, industri kulit Garut bukan semata-mata sebagai aktivitas ekonomi, melainkan bagian dari representasi sejarah, kearifan lokal, serta kreativitas masyarakatnya. Dengan memilih produk kulit lokal, kamu turut menjaga warisan budaya sekaligus mendorong keberlanjutan pengrajin Garut.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.