Beranda BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau 2026 Terjadi pada Agustus
ADVERTISEMENT

BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau 2026 Terjadi pada Agustus

2 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau 2026 Terjadi pada Agustus, Source: Istimewa

BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami puncak musim kemarau 2026 pada Agustus dengan kondisi lebih kering dan berlangsung lebih panjang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Musim kemarau tahun depan diperkirakan berlangsung lebih kering dan berdurasi lebih panjang di banyak wilayah Indonesia, sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia.

Baca juga: Kemarau 2026 Diperkirakan Lebih Kering, Ini Penjelasan BMKG

Puncak Kemarau 2026

Berdasarkan hasil analisis BMKG, puncak musim kemarau pada Agustus 2026 diprediksi terjadi di 429 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia. Sejumlah wilayah seperti Jakarta juga diperkirakan mengalami puncak musim kemarau pada periode tersebut.

Selain Agustus, beberapa wilayah Indonesia diprediksi lebih dulu memasuki puncak musim kemarau pada Juli 2026. Wilayah tersebut meliputi sebagian Sumatra, Kalimantan bagian tengah dan utara, sebagian kecil Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga wilayah barat Pulau Papua.

Memasuki Agustus, cakupan wilayah yang mengalami puncak musim kemarau diperkirakan semakin meluas secara signifikan. Kondisi kering diprediksi mendominasi Sumatera bagian tengah dan selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, seluruh Bali dan Nusa Tenggara, hingga sebagian wilayah Maluku dan Papua.

Kemarau Lebih Panjang

Pada September 2026, puncak musim kemarau diperkirakan masih terjadi di sebagian Lampung, sebagian kecil Pulau Jawa, sebagian besar Nusa Tenggara Timur, Sulawesi bagian utara dan timur, sebagian besar Maluku Utara, hingga sebagian wilayah Papua.

BMKG memproyeksikan musim kemarau 2026 secara umum bersifat Bawah Normal atau lebih kering dibandingkan biasanya di 451 ZOM atau sekitar 64,5 persen wilayah Indonesia. Sementara itu, sebanyak 245 ZOM atau 35,1 persen dari wilayah lainnya diperkirakan mengalami kondisi musim kemarau normal.

Kondisi musim kemarau dengan sifat Atas Normal atau lebih basah diperkirakan hanya terjadi di 3 ZOM yang berada di wilayah Gorontalo dan Sulawesi Tenggara. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, juga menyebut durasi musim kemarau 2026 diprediksi lebih panjang dibandingkan dengan kondisi normal di sekitar 57,2 persen wilayah Indonesia, sehingga masyarakat diminta mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau mendatang.

Baca juga: Cuaca Panas Makin Terik, Waspadai Risiko Penyakit yang Mengintai Tubuh

Jadi Warginet, prediksi BMKG terkait musim kemarau 2026 bisa menjadi pengingat bagi masyarakat untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi kondisi cuaca yang lebih kering dan berlangsung lebih lama. Kesiapan menghadapi musim kemarau juga penting untuk menjaga aktivitas serta kebutuhan air sehari-hari tetap aman selama musim kemarau berlangsung.

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.