Bukan Sekadar Nama, Inilah Kisah Perjalanan Orang-orang Jawa yang Membangun Kehidupan di Singapura
Orang Jawa memiliki sejarah unik yang menghiasi Singapura. Mereka mendirikan Kampong Jawa yang isinya dihuni oleh perantau Jawa yang berada di sana.
Orang Jawa yang merantau ke Singapura, mereka meninggalkan jejak sejarah yang berkontribusi dalam perkembangan negara. Pada catatan The National Library Singapore (NLB), mulai abad ke-19, ada banyak orang Jawa yang mulai berimigrasi ke Singapura.
Mereka datang sebagai pedagang, dan ada juga yang menjadi seorang pengrajin. Di antara mereka banyak yang membuat kerajinan dari logam dan kulit. Sedangkan pedagang, mereka menjual kain, rempah, teks keagamaan, dan lainnya.
Dari tahun ke tahun semakin banyak masyarakat Jawa yang merantau ke Singapura. Seperti di akhir abad ke-19 tahun 1891, tercatat ada 8.541 orang Jawa pindah ke Singapura.
Banyaknya masyarakat Jawa yang merantau ke Singapura, dengan alasan saat itu kondisi lokal di Indonesia tengah dilanda kesulitan, sampai terjadinya ledakan populasi kemiskinan dan kelangkaan lahan.
Orang Jawa juga banyak dipandang baik oleh masyarakat Tionghoa dan India. Mereka merasa warga Jawa sangat mahir dalam mengerjakan pekerjaan yang mereka berikan.
Baca juga: Bukan Arab Saudi, Indonesia Jadi Negara dengan Jumlah Masjid Terbanyak di Dunia
Dilansir dari Good News From Indonesia, selain alasan diatas, banyaknya orang Jawa yang berhijrah ke Singapura juga didorong oleh keinginan mereka untuk melaksanakan ibadah haji atau ziarah ke Makkah.
Karena di masa itu Belanda memberikan akses batasan dalam perjalanan. Sehingga sulit untuk para jemaah muslim jika ingin langsung berangkat dari Hindia Belanda langsung menuju ke Makkah.
Makanya masyarakat Jawa atau jemaah asal Jawa ini harus melakukan perjalanan ke Singapura dulu sebelum berlayar ke Arab Saudi, karena persyaratan dari Inggris cenderung lebih longgar.
Sehingga pada pertengahan abad ke-19 sampai awal abad ke 20 an ada sekitar 2-7 ribu orang Jawa yang melakukan ziarah ke Makkah tiap tahunnya melalui jalur Singapura. Setelah berhaji, banyak dari mereka yang memilih untuk tetap tinggal di perantauan, entah untuk menetap atau bekerja.
Kampong Java di Singapurna
Kampong Java atau Kampung Jawa adalah tempat yang isinya masyarakat Jawa yang merantau ke Singapurna. Kampong Java ada di Distrik Rochor, dekat dengan Jalan Arab. Di kawasan ini, penduduknya banyak menjual hasil panen mereka di sepanjang jalan.
Disini juga banyak orang Jawa yang membuat bangunan dari kayu sederhana yang perlahan mulai terbentuknya pemukiman melalui jaringan kekerabatan. Selain itu, mereka melestarikan budaya Jawa di tana rantau sambil berinteraksi baik dengan masyarakat disana.
Baca juga: Luas Gurun Sahara Terus Bertambah, Ini Penjelasan Para Ahli
Singapura yang semakin maju saat itu pun mulai membangun banyak infrastruktur, salah satunya Kampong Java Road atau Jalan Kampong Jawa pada 1850-an. Tahun 1973, pemerintah mendirikan Taman Kampong Java di lahan bekas pemakaman Kristen. Tempatnya berdekatan dengan area Kampong Java.
Namun, saat ini kawasan Kampong Jawa sudah diisi dengan bangunan-bangunan modern, termasuk KK’s Women and Children Hospital. Tapi, nama Kampong Java diabadikan leat nama jalan yang menghubungkan Bukir Timah Road ke Newton Circus.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.