Dibalik Kisah Pesona Hutan Mati yang Penuh Empati

Dibalik Kisah Pesona Hutan Mati yang Penuh Empati

Garut merupakan salah satu kabupaten yang mempunyai banyak wisata alam unggulan pegunungan. Salah satunya adalah Gunung Papandayan yang terletak di Karamat Wangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut dan mempunyai jarak tempuh 3 jam jika dari pusat kota. Ada banyak pemandangan yang dapat pengunjung nikmati pada wisata Gunung Papandayan ini salah satunya hutan mati.

Hutan mati Gunung Papandayan menjadi salah satu ciri khas dari wisata alam ini. Sebuah hutan sabana dengan pepohonan yang telah lama mati ini dapat terlihat melalui batang-batang pohon kering dan tidak berdaun. Selain untuk spot foto yang cantik, hutan mati menjadi jalur pendakian ke puncak gunung. Hutan mati nan eksotis ini ternyata mempunyai kisah yang kelam. Dulunya merupakan sebuah hutan rimbun dan banyak pepohonan yang tumbuh. Namun terjadi letusan yang dahsyat di gunung Papandayan pada ratusan tahun silam. Letusan tersebut terjadi selama dua hari pada tanggal 11 sampai 12 Agustus tahun 1772.

Gunung Papandayan ini memiliki sekitar 2957 penduduk dari empat puluh desa. Saat terjadi letusan yang amat besar ini, empat puluh desa dengan tiga ribu penduduk ikut terkubur di danau vulkanik menjadi tanah yang rata dan bahkan hewan peliharaan juga terkena dampak dari letusan tersebut. Daerah yang tertutup longsor mencapai 10 km dengan lebar 5 km. Kedashyatan letusan Gunung Papandayan ini tergambar melalui sebuah buku berjudul Natural Disaster oleh seorang jurnalis luar negeri.

Hutan mati ini berasal dari jiwa-jiwa penuh empati, terkadang memang memberikan kesan suram dan angker. Namun kesan angker ini dapat dipatahkan melalui keindahan yang kian memanjakkan mata pengunjung. Ada ratusan pohon jenis cantigi berwarna hitam yang tumbuh di atas material lumpur dari kawah gunung, tanah pasir putih yang terhampar luas serta kabut tipis. Sesekali bau belerang menyusup lewat rongga hidung bercampur dengan udara sejuk khas pegunungan. Tentunya perlu mengabadikan sebuah momen indah ini melalui bidikkan lensa kamera.


Baca lainnya

0 Komentar :

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.