ADVERTISEMENT
Beranda Jembatan Kereta Api Citiis, Jembatan KA Aktif Penghubung Jalur Cicalengka–Garut
ADVERTISEMENT

Jembatan Kereta Api Citiis, Jembatan KA Aktif Penghubung Jalur Cicalengka–Garut

3 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Jembatan Kereta Api Citiis, Jembatan KA Aktif Penghubung Jalur Cicalengka–Garut, Source: Instagram @erzanjar_007

Jembatan Citiis dikenal sebagai jembatan kereta api aktif dengan elevasi tertinggi di Indonesia yang menghubungkan jalur Cicalengka–Garut sejak era kolonial.

Jembatan Citiis merupakan salah satu peninggalan infrastruktur kereta api bersejarah di Jawa Barat yang hingga sekarang masih aktif. Jembatan ini terletak di daerah Nagreg yang tidak hanya berfungsi sebagai penghubung jalur kereta, tetapi juga menyimpan perjalanan panjang pembangunan jalur ekstrem di dataran tinggi.

Baca juga: Bikin Takjub! ini dia Jalur Kereta Api Terindah di Indonesia

Jembatan KA Aktif dengan Elevasi Tertinggi

Jembatan Kereta Api Citiis tercatat sebagai jembatan KA aktif dengan elevasi tertinggi di Indonesia. Jembatan tersebut berdiri di ketinggian sekitar 820 meter di atas permukaan laut yang berada di antara Stasiun Nagreg dan Stasiun Lebak Jero, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kehadirannya sebagai penghubung penting jalur Bandung menuju Purwokerto, Yogyakarta, hingga Surabaya. Disamping itu, Jembatan Citiis masuk ke dalam wilayah operasional Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung serta masih dilewati kereta penumpang hingga saat ini.

Proses Pembangunan Jembatan Citiis

Berdasarkan akun Instagram resmi PT Kereta Api Indonesia (@kai121_), Jembatan Citiis dibangun oleh Staatsspoorwegen (SS) bersamaan dengan proyek jalur Cicalengka–Garut. Lokasinya yang berada di atas Lembah Cisaat dengan medan curam dan berbatu menjadikan pembangunannya sangat menantang.

SS menunjuk insinyur Belanda R.H.J. Spanjaard sebagai kepala proyek pembangunan. Bahkan, Spanjaard mengakui bahwa pengerjaan jalur ini merupakan yang paling sulit di lintas Bandung–Cilacap. Jembatan Citiis akhirnya selesai pada Januari 1889 dengan panjang mencapai 173 meter serta lima pilar penyangga utama.

Jalur KA Dataran Tinggi Peninggalan Kolonial

Berbeda dengan wilayah lainnya di Pulau Jawa, jalur kereta api di Jawa Barat banyak melintasi sejumlah kawasan berbukit dan pegunungan. Hal inilah yang membuat pembangunan jalur Cicalengka–Garut sempat dianggap mustahil pada masanya.

Mengutip dari Instagram @sejarahbandung, pembangunan jalur ini membutuhkan sekitar 2.000 kilogram dinamit untuk menghancurkan batuan keras di wilayah Nagreg. Meskipun demikian, berkat teknologi dan optimisme pemerintah Hindia Belanda, jalur kereta api beserta Jembatan Citiis berhasil dibangun serta masih kokoh hingga saat ini.

Baca juga: Jejak Sejarah Kereta Api Nonaktif Garut: Stasiun Tersembunyi dan Kisah di Baliknya

Nah Warginet, Jembatan Citiis bukan hanya menjadi penghubung jalur kereta api Cicalengka–Garut, melainkan juga sebagai bukti kecanggihan teknik konstruksi masa kolonial. Sampai saat ini, jembatan bersejarah tersebut masih berfungsi hingga menjadi aset penting transportasi kereta api Indonesia.

ADVERTISEMENT

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT