Beranda Lagu Tokecang dari Jawa Barat: Lirik, Makna, Asal-usul, dan Not Angkanya
ADVERTISEMENT

Lagu Tokecang dari Jawa Barat: Lirik, Makna, Asal-usul, dan Not Angkanya

1 hari yang lalu - waktu baca 3 menit
Sumber: Vincent Yuan (Unsplash)

Masyarakat Sunda mempunyai berbagai macam lagu daerah sebagai sebuah kekayaan budaya. Salah satu lagu daerah asal Sunda yang dikenal dari berbagai kalangan dan generasi, khususnya anak-anak, adalah Tokecang.

Ternyata, lagu Tokecang juga memiliki makna dan filosofi yang terkandung di dalamnya. Lagu yang berasal dari Jawa Barat ini memiliki nilai-nilai kehidupan yang cocok untuk diajarkan kepada anak-anak.

Penasaran dengan lagu daerah Tokecang? Ini lirik, makna, asal-usul, serta not angka yang bisa kamu ikuti. Yuk simak!

Baca Juga: 5 Kaulinan Sunda, yang Asik Temani Masa Kanak-kanak

Lirik Lagu Daerah ‘Tokecang’ dan Terjemahannya

Tokecang tokecang bala gendir tosblong
(Tokecang tokecang, mencuri kendil bolong)
Angeun kacang angeun kacang sapependil kosong
(Sayur kacang sayur kacang, satu kendil/periuk kosong)

Aya listrik di masigit, meuni caang katingalna
(Ada listrik di masjid, sangat terang terlihat)
Aya istri jangkung alit, karangan dina pipina
(Ada wanita tinggi kecil, punya tahi lalat di pipinya)

Tokecang tokecang bala gendir tosblong
(Tokecang tokecang, mencuri kendil bolong)
Angeun kacang angeun kacang sapependil kosong
(Sayur kacang sayur kacang, satu kendil/periuk kosong)

Aya listrik di masigit, meuni caang katingalna
(Ada listrik di masjid, sangat terang terlihat)
Aya istri jangkung alit, karangan dina pipina
(Ada wanita tinggi kecil, punya tahi lalat di pipinya)

Makna dan Filosofi di Balik Lagu ‘Tokecang’

Nama ‘Tokecang’ merupakan sebuah singkatan dari tokek makan kacang. Pada lagu ini, diceritakan seekor tokek yang rakus mengambil sayur kacang hingga periuk kosong.

Secara tidak langsung, lagu Tokecang melambangkan seseorang yang memiliki perasaan rakus dan tamak, serta hanya mementingkan diri sendiri. Hal ini merupakan sifat buruk manusia dan tidak boleh dilakukan karena sejatinya manusia adalah makhluk sosial. 

Dilansir dari akun Instagram @kemendikdasmen, lagu Tokecang ini memiliki beberapa pesan di dalamnya terkait kehidupan sehari-hari, yaitu.

  • Kita diajak untuk tidak berlebihan dan serakah ketika mengambil makanan.
  • Kita diajak untuk peduli kepada orang lain dan tidak hanya mementingkan diri sendiri.
  • Kita harus saling tolong-menolong dan berbagi rezeki kepada yang membutuhkan.

Baca Juga: Kenalan dengan Naskah Sunda Kuno yang Diakui UNESCO

Asal-usul dan Sejarah Lagu ‘Tokecang’

Lagu Tokecang merupakan sebuah lagu ciptaan R. C. Hardjosubroto, seorang komposer karawitan, yang ditulis menggunakan Bahasa Sunda. Lantunan lagu dari Jawa Barat ini pun kini sudah dinyanyikan secara turun-temurun.

Tak hanya terkenal di masyarakat Sunda, orang-orang luar Jawa Barat pun mengenal lagu Tokecang. Berbagai generasi familiar dengan lagu ini. Hal ini karena lagu Tokecang sering dimainkan untuk anak-anak.

Ritme dan nadanya yang ceria membuat banyak dikenal di kalangan anak-anak. Selain itu, lagu Tokecang juga digunakan dalam sebuah permainan tradisional Sunda yang bernama ‘Tokecang’ yang biasa dimainkan oleh anak-anak.

Not Angka Lagu ‘Tokecang’

Berikut ini not angka lagu Tokecang untuk kamu yang ingin memainkannya menggunakan rekorder atau pianika.

Not angka lagu Tokecan (1).jpgPerbesar +
Not angka lagu Tokecan | sumber: Kumpulan Lagu Daerah oleh William G.
Screenshot 2026-01-06 121924.jpgPerbesar +
Not angka lagu Tokecan | sumber: Kumpulan Lagu Daerah oleh William G.

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.