ADVERTISEMENT
Beranda Lirik Lagu Es Lilin dan Terjemahannya, Lengkap dengan Makna serta Filosofi Lagunya
ADVERTISEMENT

Lirik Lagu Es Lilin dan Terjemahannya, Lengkap dengan Makna serta Filosofi Lagunya

2 jam yang lalu - waktu baca 4 menit
Lirik Lagu Es Lilin dan Terjemahannya, Lengkap dengan Makna serta Filosofi Lagunya (Ilustrasi partitur lagu | Marius Masala/Unsplash)

‘Es Lilin’ adalah salah satu lagu berbahasa Sunda yang amat populer di Jawa Barat. Lagu yang dipopulerkan oleh Nining Media ini masih sering diputar dan dinyanyikan hingga saat ini.

Liriknya sederhana, tapi puitis. Lagu ini dibalut dengan struktur puisi tradisional khas Sunda. Tak hanya itu, ‘Es Lilin’ juga memiliki makna yang mendalam.

Lirik Lengkap Lagu ‘Es Lilin’ dan Terjemahannya

Es lilin mah didorong-dorong

(Es lilin didorong-dorong)

Dibantun mah dibantun ka Sukajadi

(Diantarnya, diantar ke Sukajadi)

Abdi isin dunungan samar kaduga

(Aku malu Tuan, masih belum jelas)

Sok inggis mah aduh henteu ngajadi

(Takutnya aduh tidak menjadi (berjodoh))

 

Es lilin mah ceuceu buatan Bandung

(Es lilin Nyonya buatan Bandung)

Dicandak mah geuning ka Cipaganti

(Dibawanya ternyata ke Cipaganti)

Abdi isin jungjunan duh bararingung

(Saya malu ya Tuan, masih bingung)

Sok inggis mah aduh henteu ngajadi

(Takutnya aduh tidak menjadi (berjodoh))

 

Itu saha dunungan nu nungtun munding

(Itu siapa ya Tuan, yang menggiring kerbau)

Digantelan geuning ku saputangan

(Digantungkan gantungan sapu tangan)

Itu saha dunungan ku ginding teuing

(Itu siapa ya Tuan, yang berpenampilan keren)

Sing horeng mah aduh geuning jungjunan

(Ternyata oh ternyata Tuan sendiri)

 

Es lilin mah ceuceu dikalapaan

(Es lilin dibuat menggunakan kelapa)

Raosna mah geuningan kabina-bina

(Rasa lezatnya luar biasa)

Abdi alim dunungan paduduaan

(Saya tidak mau Tuan, berduaan)

Sok sieun mah dibantun kamana-mana

(Takutnya diajak ke mana-mana)

 

Kamana mah geuningan ngaitkeun kincir

(Ke mana harus mengaitkan kincir)

Ka kaler mah ka kaler katojo bulan

(Ke timur rupanya menuju bulan)

Kamana mah dunungan ngaitkeun pikir

(Ke mana Tuan mengaitkan pikiran)

Moal paler geuningan da ku sabulan

(Tak perlu sedih karena cuma sebulan)

Baca juga: Lirik Lagu Bubuy Bulan: Lengkap dengan Terjemahan dan Not Nada

Makna dan Filosofi di Balik Lagu ‘Es Lilin’

Jika diperhatikan, lirik lagu es lilin tampak seperti pantun karena memiliki rima. Lagu ini dibuat sebagai Rarakitan atau sejenis puisi lama Sunda. Rarakitan sendiri berisikan sampiran-eusi atau cangkang dan isi.

Lalu, apa maknanya?

Tajuk ‘Es Lilin’ bukan berarti dapat diartikan dengan kudapan es lilin nan segar dan sedap yang dijual oleh abang-abang pedagang itu. Lagu ‘Es Lilin’ menceritakan tentang seorang wanita yang tengah merenungkan untuk berjodoh dengan seorang lelaki kaya yang disebut dengan “Tuan”.

Dilihat dari liriknya, tampak seakan-akan si wanita malu karena sedang didekati oleh seorang lelaki yang ia sebut sebagai “Tuan”. Namun, ada rasa bimbang karena takut tidak berjodoh.

Di sisi lain, ada juga yang memaknai lagu ini sebagai pengingat bagi perempuan untuk lebih hati-hati dalam memilih pasangan hidup.

Pencipta Lagu ‘Es Lilin’

Disadur dari jurnal Paraguna yang ditulis Yusuf Wiradiredja dan Pepep Didin Wahyudin, lagu ‘Es Lilin’ sempat disebut sebagai lagu berstatus “NN” alias no name atau tanpa nama, karena tidak jelas siapa penciptanya.

Fenomena lagu dengan status NN, utamanya pada karawitan Sunda sudah lama terjadi dan dianggap biasa. Bahkan, bukan hanya ‘Es Lilin’ saja, masih ada lagu dan aransemen musik lokal yang informasi penciptanya tidak diketahui.

Lagu ini konon dilantunkan pertama kalinya pada tahun 1930-an. Selama puluhan tahun, tak jelas siapa pencipta lagu ini.

Namun, pada tahun 1983, seorang jurnalis media cetak bernama Adang S pernah menuliskan kisah es lilin yang penciptanya yang bernama Mursih. Ia pernah secara khusus membahas lagu itu di salah satu media cetak. Hal inilah yang menjadi catatan penting terkait lagu ‘Es Lilin’ bersama Mursih selaku penciptanya.

Baca juga: Lirik Lagu Panon Hideung, Lagu Bahasa Sunda yang Digubah dari Lagu Rusia

Tak berhenti di sana, pihak keluarga pun ikut andil untuk “meluruskan” sejarah Mursih dan ‘Es Lilin’. Pada tahun 1988, melalui surat Depdikbud Kanwil Jawa Barat nomor 180/102/13/J/88, lagu ‘Es Lilin’ akhirnya resmi disandingkan dengan nama Mursih selaku penciptanya.

Lebih lanjut, merangkum dari ANTARA, ‘Es Lilin’ diciptakan oleh Mursih sebagai bentuk protes seniman lokal kala itu. Zaman dahulu, seniman asing justru memiliki royalti yang lebih besar dan kerap dibayar tepat waktu, sangat berbanding terbalik dengan seniman-seniman lokal asli Nusantara.

Luar biasanya, tahun 1980-an, lagu ini pernah populer di Australia. Lagu ini makin populer saat dibawakan oleh penyanyi Sunda Nining Meida.

Hingga kini, lagu ‘Es Lilin’ masih banyak diputar dan dinyanyikan oleh masyarakat Jawa Barat. Penyanyi top Malaysia, Siti Nurhaliza, juga pernah “meminjam” lagu ini dan dinyanyikan dalam versi bahasa Melayu dan bahasa Jawa.

ADVERTISEMENT

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT