ADVERTISEMENT
Beranda Mengenal Istilah Child Grooming, Lewat Buku Broken Strings
ADVERTISEMENT

Mengenal Istilah Child Grooming, Lewat Buku Broken Strings

1 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Mengenal Istilah Child Grooming, Lewat Buku Broken Strings (Source:freepik)

Buku Broken Strings karya Aurelie ramai diperbincangkan publik yang menyoroti tentang isu Child Grooming. 

Akhir-akhir ini istilah Child Grooming banyak diperbincangan sejak viralnya buku Broken Strings karya Aurelie. Buku ini mengisahkan pengalaman Aurelie yang mengalami Child Grooming saat berumur 15 tahun.

Child grooming merupakan proses manipulasi yang dilakukan pelaku untuk membangun kedekatan emosional dan kepercayaan dengan anak, dengan tujuan eksploitasi seksual maupun penyalahgunaan psikologis.

Dikutip dari Universitas Negeri Surabaya, Child grooming sering berlangsung dalam waktu lama dan dilakukan secara diam-diam, sehingga orang tua maupun lingkungan sekitar tidak langsung menyadari adanya ancaman. 

Biasanya pelaku memulai pendekatan pada korban dengan cara terlihat ramah, penuh perhatian, dan peduli. Sehingga korban atau sang anak akan merasa aman, dipercaya, dan dianggap. Padahal, anak tersebut sedang diarahkan pada hubungan yang berbahaya. 

Baca juga: Mengenal Savoring, Cara Sederhana Menikmati Hidup di Tengah Rutinitas

Pelaku Child Grooming memanfaatkan berbagai platform seperti adanya media sosial saat ini. Sebut saja video yang bisa diakses secara bebas dan luas oleh pelaku Child Grooming sehingga menjadi ruang digital favorit bagi pelaku. 

Komunikasi intens, memberi pujian berlebihan, menawarkan hadiah, serta menciptakan rahasia bersama korban, adalah modus yang biasanya dilakukan oleh pelaku. Ketika perhatian semuanya sudah didapatkan, pelaku akan mulai mengenalkan konten yang tidak sesuai usia pada korban dan menjauhkan anak dari orang tua dan teman terdekat. 

Tanda Anak Alami Child Grooming

- Menjalin kedekatan dengan orang dewasa lebih tua

- Menarik diri dari keluarga dan teman

- Menerima hadiah, uang, berlebihan dari orang asing

- Lebih tertutup dan mudah tersinggung

- Korban lebih sulit membedakan antara perhatian, dan manipulasi

- Sering membicarakan sosok tertentu secara intens

Baca juga: Tak Hanya Overthinking, Alasan Lain Gen Z Rentan Terkena Depresi!

Dampak Child Grooming

- Kesulitan membangun relasi 

- Rasa bersalah dalam diri dan kebingungan terhadap masa lalu 

- Luka batin yang akan membekas dan baru disadari saat beranjak dewasa. 

- Kondisi mental dan emosional anak tidak stabil 

- Gangguan tidur, depresi, kesulitan konsentrasi akan dirasakan oleh sang anak 

- Trauma berkepanjangan 

- Membahayakan kesehatan fisik korban 

Cara Mencegah Child Groming 

- Peran aktif orang tua, di lingkungan sekolah, dan masyarakat 

- Komunikasi yang saling terbuka antara anak dan orang tua 

- Edukasi antara batasan pribadi sang anak 

- Keamanan internet yang harus diwaspadai 

- Jangan terlalu banyak orang asing yang berhubungan dengan sang anak 

- Pantauan penggunaan gadget, termasuk aplikasi yang sering dibuka 

- Pendidikan seks yang sesuai dengan usia sang anak. Seperti tentang consent, batas tubuh, dan cara menolak sentuhan atau ajakan yang tak pantas. 

ADVERTISEMENT

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT