Mengenal Istilah “Nista Maja Utama” Dalam Bahasa Sunda


[Illustration : publiksutra.id]

Warginet pernah nggak mendengar istilah “nista maja utama”? Biasanya kata-kata itu dilontarkan oleh orang Sunda ketika ada sesuatu yang menjengkelkan. Gimana sih awal mula kata-kata itu bisa berkembang di masyarakat Jawa Barat? Yuk kita mengenal istilah ini. 

 

Konon, menurut sejarahnya istilah ini berkaitan dengan klub sepak bola yang terkenal di Jawa Barat, Persib. Tercantum dalam buku Persib Undercover 2014, istilah nista maja utama ini lahir ketika Persib dipimpin oleh Ateng Wahyudi. 

 

Dimana pada saat itu Persib mengalami kekalahan satu sampai dua kali, jangan sampai yang ketiga kalinya gagal lagi. Dari situlah muncul istilah nista maja utama, sakali éléh, dua kali éléh, katilu kali kudu meunang. 

 

Menurut Kamus bahasa Sunda-Indonesia oleh Maman Sumantri, dkkl. (1985), kata nista, maja, dan utama berarti:

-Nirca atau nista artinya aib; menyimpang dari ajaran agama.

-Maya atau maja artinya sedang, merupakan ubahan dari kata madya.

-Utama artinya cukup.

Pada dasarnya, jika wargi melakukan sesuatu yang tidak baik atau tidak menyenangkan sekali atau dua kali, wargi masih dapat membiarkan atau memaafkannya. Namun, tidak ada ampun untuk melakukan hal yang sama tiga kali berturut-turut. Karék sakali masih dihampura, dua kali masih dihampura, lamun ka tilu kalina geus moal dihampura deui.

Oleh karena itu, seseorang disebut "geus nista maja utama" tiga kali ketika dia melakukan sesuatu yang tidak baik atau tidak menyenangkan. Ini menunjukkan bahwa mereka sudah muak dan harus diberikan pelajaran. ***

Sumber: sundapedia.com

 


0 Komentar :

    Belum ada komentar.