Perbedaan Dorokdok, Kerupuk Kulit, dan Cungur Khas Garut


Kota Garut terkenal dengan kerjaninan kulitnya yang beragam. Tidak hanya dijadikan barang pakaian, bahkan kulit di Garut dijadikan makanan yang bisa dinikmati. Hasil olahan kulit itu menjadi kerupuk kulit, dorokdok, dan kerupuk cungur. Namun, tahukah warginet diantara makanan itu semua terdapat perbedaannya loh meski sama-sama dibuat dari kulit?

Ada dua jenis kulit yang biasa digunakan untuk kerajinan makanan olahan kulit yaitu kulit sapi dan kulit kerbau. Untuk kulit kambung dan domba, mereka memiliki tekstur lebih tipis dan lebih cocok digunakan untuk produk jaket dan sejenisnya.

Kulit kerbau menghasilkan produk kerupuk kulit, sedangkan untuk kulit sapi menghasilkan produk dorokdok dan kerupuk cungur. Proses pembuatannya pun berbeda. Meski akhirnya sama-sama digoreng, dalam pembuatan kerupuk kulit, bahan dasar kulit bagian dalam dari kulit kerbaunya dibersihkan. Kemudian bahan kulit digodok dalam sebuah wajan hingga akhirnya mekar, kemudian direndam air tawar selama satu malam kemudian dijamur di bawah terik matahari. Setelah dijemur, diberi bumbu, dan kemudian kembali dijemur dan kemudian digoreng.

Sementara dalam pembuatan dorokdok, bahan utama kulit sapi dibersihkan, kemudian digodok hingga mengembang, Setelah itu dijemur sebelum akhirnya diberi bumbu dan dijemur kemudian diberi bumbu dan dijemut kembali hingga digoreng. Saat proses penggorengan, dorokdok mengalami proses terbilang lama sekitar 8-10 jam penggorengan dengan intensitas api ukuran kecil. 

Untuk kerupuk cungur, dalam proses pembuatannya menggunakan bahan dasar campuran kulit sapi dan tepung tapioka. Bahan kulit sapi terlebih dahulu melewati proses blender hingga lembut sebelum dicampur tapioka. Bahan yang tercampur kemudian dibuat ukuran sesuai kebutuhan hingga akhirnya dijemur sebelum memulai proses penggorengan. Kulit sapi yang digunakan sekitar 20 persn, meski begitu rasa kulit sapinya masih bisa dinikmati dnegan sensasi gurih yang nikmat. 

Untuk varian rasa, saat ini hanya dua rasa yang biasa disajikan yaitu asin dan pedas. Meski begitu, rasanya memang enak dan bikin ketagihan, loh.

Nah itu dia perbedaan kerupuk cungur, dorokdok, dan kerupuk kulit. Yang mana nih olahan kulit favorit Warginet?

 

Sumber : liputan6.com

Foto : lokalklik.com


0 Komentar :

    Belum ada komentar.