Timnas Indonesia Pernah Ajari Jepang untuk Main Bola
Timnas Indonesia sempat mendominasi Timnas Jepang dan tepatnya di turnamen Piala Merdeka 1968, dan mengajari Jepang cara bermain bola, yang menunjukkan keunggulan Indonesia saat itu.
Timnas Jepang sudah dikenal sebagai paling tangguh se Asia. Dalam 20 tahun terakhir, Timnas Jepang terlihat dominan baik dalam turnamen Piala Asia maupun langganan keikutsertaan di Piala Dunia.
Jepang kini menempati posisi 15 tertinggi dari negara Asia,sedangkanIndonesia yang bertengger di posisi 113. Jepang juga sudah memastikan tempat dalam putaran final Piala Dunia 2026, sementara Timnas Indonesia mesti berjuang lagi di babak kualifikasi ronde ke-4.
Namun, TImnas Jepang juga pernah terkena tikam oleh Indonesia semasa macan asia, sampai skor 7-0 Dalam turnamen Merdeka Games Cup 1968 di Malaysia. Di masa lalu, Timnas Indonesia juga menjadi eksis di macan Asia.
Baca juga: 10 Tokoh Nasional Asal Garut dari Peletak Dasar Kota Hingga Maestro Lintas Benua
Para pemain Indonesia saat itu bertanding dengan Jepang dalam tempo yang tinggi. Menghadapi pemain Jepang yang postur tubuhnya jauh lebih besar, pemain Indonesia bergerak lincah dan memainkan kecepatan tinggi.
Indonesia menguasai bola lewat permainan umpan-umpan pendek. Pemain Indonesia yang perawakannya lebih kecil, lebih cepat bermanuver dan kontrol bolanya lebih baik.
Dilansir dari historia.id, gol pertama Indonesia datang dari kaki penyerang tengahnya, Jacob Sihasale. Dengan membelakangi gawang Jepang, Sihasale menceploskan bola ke jala Funamoto dari jarak lima meter.
Dalam turnamen Merdeka Cup 1968 tersebut, Indonesia menjadi tim unggulan bersama Thailand. Media Malaysia pun kerap memberitakan pemain-pemain bintang Indonesia yang jadi sorotan sekaligus momok yang patut diwaspadai. Namun, langkah Indonesia dalam turnamen Merdeka Cup 1968 terhenti di babak semifinal. Timnas Indonesia kalah tipis dari Myanmar dengan skor 1-2.
Baca juga: Perjuangan Mochtar Kusumaatmadja Dibalik UNCLOS 1982
Timnas Indonesia pada dekade 1960-an memang sedang bagus. Para penyerangnya seperti Jacob Sihasale, Iswadi Idris, dan Abdul Kadir dikenal sebagai predator ganas di kotak penalti lawan.
Disamping Indonnesia yang saat itu setelah beberapa bulan dari Merdeka CUP 1968, dan menjuari Kings Cup Bangkok. Sepakbola Jepang terus berbenah. Memasuki dekade 2000-an, Timnas Jepang sudah mendominasi Asia. Timnas Indonesia justru melempem. Hingga kini, Timnas Indonesia masih berjibaku untuk tampil di level tertinggi.
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.