Tradisi Pabetot-betot Bakakak Hayam Dalam Pernikahan Adat Sunda

Tradisi Pabetot-betot Bakakak Hayam Dalam Pernikahan Adat Sunda

Dalam perhelatan pernikahan di budaya Sunda, Bakakak Hayam memiliki peran istimewa sebagai bagian tak terpisahkan dari ritual tradisi pernikahan adat Sunda. Di tengah indahnya acara pernikahan, huap lingkung menjadi momen khusus dengan Bakakak Hayam, menghadirkan makna mendalam bagi kedua mempelai.

 

Sajian Bakakak Hayam menjadi simbol penting bagi kedua mempelai. Setelah ijab Kabul, ritual memperebutkan potongan Bakakak Hayam dimulai. Potongan yang besar dianggap sebagai simbol rezeki dalam kehidupan rumah tangga yang akan datang. Dalam momen tarik-tarikan ini, besarnya potongan yang diperoleh mempelai laki-laki atau perempuan diyakini sebagai pertanda rezeki yang akan mereka bawa ke dalam pernikahan. 

 

Jika mempelai laki-laki memperoleh potongan terbesar, diyakini bahwa ia akan menjadi penyokong utama dalam memberikan rezeki pada keluarga. Begitu pula jika mempelai perempuan yang memperoleh potongan terbesar, diyakini bahwa ia akan membawa rezeki yang besar dalam kehidupan rumah tangga.

 

Tak hanya itu, ritual selanjutnya disebut huap lingkung menggambarkan kedekatan dan kasih sayang antara kedua mempelai. Suap-suapan Bakakak Hayam menjadi lambang kesalingan, saling melengkapi, dan saling memahami. Huap lingkung mewakili harapan akan kehidupan rumah tangga yang penuh keharmonisan, kedamaian, dan kasih yang tulus.

Dalam setiap gerakan dan potongan Bakakak Hayam, tersemat harapan dan doa untuk membawa berkah serta kebahagiaan dalam perjalanan kehidupan pernikahan mereka. Tradisi Bakakak Hayam bukan sekadar sebuah sajian, melainkan simbol mendalam akan kesatuan, kekayaan, dan keberkahan bagi kedua mempelai yang memulai babak baru dalam kehidupan mereka.***

 

Sumber: Kemendikbud

 

(foto: hot.detik.com)


Baca lainnya

0 Komentar :

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.