4 Bangunan Berserajah di Garut yang Harus Kamu Kunjungi

4 Bangunan Berserajah di Garut yang Harus Kamu Kunjungi

Sebuah daeah biasanya memiliki bangunan yang unik dan penuh dengan sejarah. Begitupun dengan Garut. Bangunan bersejarah biasanya dijadikan ikon suatu kota yang bisa mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah. Nah, apa saja bangunan bersejarah di kota Garut? Cek di bawah sini!

 

1. Stasiun Cibatu

249802608_1670915986447232_8091445858532234740_n.webp.jpg

Didirikan pada tahun 1889 diresmikannya jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Cicalengka dengan Cilacap Staatsspoorwegen, maskapai kereta api milik Belanda. Tahun 1926 dibuka jalur baru yang menghubungkan Cibatu dengan Cikajang yang menjadi relasi jalur yang melewati rute jalur tertinggi di Pulau Jawa. 

Pada masa Belanda, Stasiun Cibatu merupakan stasiun primadona karena menjadi tempat pemberhentian wisatawan Eropa yang ingin berlibur di Garut. Hayoto Kunto dalam bukunya yang berjudul Seabad Grand Hotel Preanger antara tahun 1935-1940 setiap hari di stasiun Cibatu terparkir selusin taksi dan limousine milik hotel-hotel di Garut. Saat itu, daerah Garut dengan kondisi alamnya yang indah dan menjadi daerah favorit wisatawan dari Eropa. 

Tahun 1946, Presiden Ir. Soekarno sempat berkunjung ke stasiun Cibatu dalam rangka perjalanan menggunakan kereta api luar biasa melalui jalur selatan.

 

2. Situs Ciburuy

Situs-Ciburuy.jpg

Situs Ciburuy terletak di Desa Pamalayan, Bayongbong, merupakan situs peninggalan zaman Prabu Siliwangi. Di kawasan Ciburuy terdapat larangan dimana setiap hari Jumat dan Sabtu tidak boleh seorang pun memasuki kawasan Situs Ciburuy. Di sini kamu bisa berziarah dan meneliti kebudayaan dengan melihat benda-benda peninggalan sejarah.

 

3. Kampung Dukuh

kampung_dukuh.jpg

Kampung yang terletak di Dukuh, Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet ini merupakan desa dengan suasana alam yang dilandasi budaya religi yang kuat. Masyarakatnya memegang pandangan hidup mazhab Syafi’i. Masyarakat Kampung Dukuh menjunjung keharmonisan dan keselarasan hidup masyarakat. Paham tersebut memengaruhi bentukan bangunan di kampung Dukuh. Mereka tidak menggunakan dinding, tembok, dan atap dari genteng serta jendela kaca dengan alasan menghindari kemewahan agar tidak mengakibatkan suasana hidup bermasyarakat menjadi tidak harmonis.

Di kampung Dukuh juga dilarang penggunaan elektronik yang dipercaya mendatangkan kemudaratan. Alat makan yang dianjurkan terbuat dair pepohonan karena dipercaya lebih memberikan manfaat ekonimis dan kesehatan.

 

4. Kampung Bali

6-kampung-bali-garut-1024x768.jpg

Terletak di Desa Cibunar, Kecamatan Cibatu, perkampungan dnegan design dan nuansa pulau dewata ini dinamakan Pasulukan Loka Gandasasmita. Di sana terdapat ribuan benda pusaka. Banyak peninggalan bersejarah yang bisa kamu nikmati di kampung ini, seperti keris Ken Dedes, senjata yang digenggam saat patih Gajah Mada mengucapkan sumpah palapa, kujang Prabu SIliwangi, Al-Quran yang ditulis tangan oleh Sunan Gunung Djati, dan masih banyak lagi. 


Baca lainnya

0 Komentar :

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.