Menapaki Jejak Pasar Ceplak, Surganya Kuliner Malam Urang Garut
Bagi Warginet yang ingin menghabiskan akhir pekan di Kota Garut, rasanya tak lengkap jika belum berkunjung ke Pasar Ceplak, pusat kuliner malam terfavorit di Garut.
Pasar jajanan yang berlokasi di Jalan Siliwangi ini, seolah menjadi jantung yang menghidupkan suasana kota Garut di malam hari. Karena selain menjajakan berbagai pilihan kuliner, masyarakat Garut juga dimanjakan oleh hingar-bingar lampu-lampu pertokoan di sepanjang jalan.
Menurut sejarahnya, Pasar Ceplak berdiri sejak tahun 1960-an. Konon, sebelum Pasar Ceplak bediri, cikal bakal pasar jajanan sudah ada sejak tahun 1950an dengan nama "Pasar Kaum" yang berada di sekitaran Masjid Agung. Kemudian pada masa kepemimpinan Bupati Garut R. Gahara Widjaya Soeria (1960-1966), semua pedagang di depan Masjid Agung direlokasi ke Jalan Siliwangi, mengingat lokasi tersebut terbilangan sangat strategis dan dapat menjangkau dari segala arah.
Penamaan Pasar Ceplak sendiri berasal dari kata céplak atau nyéplak, yang berarti makan dengan bersuara karena mulut terbuka. Bermula dari tahun 1960-an, ketika terjadi musim kemarau yang berkepanjangan, masarakat Garut kesulitan mendapatkan nasi. Karenanya, mereka menjadikan oyék atau campuran nasi dan singkong sebagai bahan makanan sehari-hari. Masyarakat Garut menikmati oyek dengan mengeluarkan suara atau nyéplak, sehingga dari sanalah pasar ini terkenal dengan sebutan céplak.
Terletak di pusat kota, pasar ini selalu ramai pengunjung yang datang dari berbagai wilayah hingga luar kota. Pada siang hari, lokasi Pasar Cekplak ini memang menjadi jalur kendaraan. Namun, ketika malam hari lokasi jalan ini seolah disulap menjadi surganya kuliner.
Jadi tunggu apa lagi Warginet, yuk kulineran di Pasar Ceplak!
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.